RADARSOLO.COM – Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS), Kamis (26/3/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung kualitas pelayanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di lapangan.
Prihati menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin BPJS Kesehatan untuk menyerap masukan dari berbagai pihak, baik rumah sakit maupun pemangku kepentingan lainnya.
“Kami secara rutin turun ke daerah untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil di tingkat pusat benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Saat ini, BPJS Kesehatan menjadi penyelenggara program jaminan kesehatan terbesar di Indonesia.
Baca Juga: Mudik Tenang! BPJS Kesehatan Jamin Layanan JKN Tetap Optimal Selama Libur Lebaran 2026
Untuk mendukung pelayanan tersebut, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan lebih dari 23.000 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan sekitar 3.000 rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta.
Dalam implementasinya, BPJS Kesehatan terus memperkuat kendali mutu dan biaya melalui sejumlah kebijakan.
Di antaranya penerapan Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) serta pengaturan layanan berbasis indikasi medis yang tepat.
Kebijakan ini bertujuan memastikan setiap tindakan medis sesuai kebutuhan pasien, bukan untuk membatasi layanan.
“Sebagai contoh, pada kasus tertentu seperti penyakit jantung, tindakan medis dilakukan secara selektif berdasarkan indikasi klinis. Namun untuk kondisi kegawatdaruratan, pelayanan harus tetap diberikan secara cepat tanpa penundaan,” jelasnya.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga mendorong pengembangan kerja sama dengan berbagai pihak.
Termasuk asuransi tambahan, guna memberikan fleksibilitas layanan bagi peserta tanpa mengurangi prinsip keadilan dalam sistem JKN.
Prihati menegaskan, keberhasilan program JKN sangat bergantung pada sinergi antara BPJS Kesehatan, rumah sakit, serta tenaga kesehatan.
Karena itu, pihaknya mengajak seluruh mitra untuk bersama-sama menjaga kualitas layanan, efisiensi pembiayaan, serta memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat.
“Kami berharap kerja sama yang telah terjalin dengan RS UNS dapat terus ditingkatkan. Dengan kolaborasi yang baik, kita dapat mewujudkan sistem pelayanan kesehatan yang berkualitas, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Hartono menyampaikan, kerja sama antara RS UNS dan BPJS Kesehatan selama ini telah berjalan dengan baik dan intens, khususnya dalam bidang pelayanan kesehatan.
Dalam aspek pendidikan, UNS juga secara rutin melibatkan BPJS Kesehatan untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa.
Hal ini dinilai penting karena pemahaman mengenai sistem BPJS Kesehatan menjadi kompetensi yang harus dimiliki lulusan UNS agar mampu beradaptasi di dunia pelayanan kesehatan.
“Kami juga mengapresiasi dukungan BPJS Kesehatan, khususnya di wilayah Solo, yang selama ini sangat membantu pengembangan RS UNS," tutur Hartono.
Lebih lanjut, rektor berharap kerja sama tersebut dapat terus ditingkatkan dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
"Termasuk dalam pemanfaatan data untuk pengambilan kebijakan,” pungkas Hartono. (fe/ria)
Editor : Syahaamah Fikria