Si Makmur Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Ramadhan

4 Program Prioritas Pemkot Solo di 2026, Libatkan TNI-Polri Awasi Rantai Pasok MBG

Silvester Kurniawan • 2026-03-29 11:44:15
Wali Kota Solo Respati Ardi beri paparan padan Musrenbang RKPD Kota Surakarta tahun 2026, Sabtu (28/3/2026).Wali Kota Solo Respati Ardi beri paparan padan Musrenbang RKPD Kota Surakarta tahun 2026, Sabtu (28/3/2026).

RADARSOLO.COM-Optimalisasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga tata kelola sampah dari hulu ke hilir menjadi sorotan utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Solo tahun 2026 yang digelar, Sabtu (28/3/2026).

Dalam forum strategis tersebut, Wali Kota Solo Respati Ardi secara tegas memaparkan empat program prioritas yang akan menjadi fokus utama pembangunan daerah di tahun 2026. Keempat pilar tersebut meliputi:

Baca Juga: 213 Anggota KDMP Barepan Klaten Sudah Lunasi Iuran Wajib: Siap Beroperasi untuk Jual Sembako, Gas Melon, hingga Pupuk Bersubsidi

Terkait program MBG, Respati menginstruksikan agar pengawasan diperketat melalui Satgas MBG yang akan direstrukturisasi dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Kejaksaan, hingga perangkat wilayah. Ia juga menekankan pentingnya memberdayakan pasar lokal dalam rantai pasok bahan pangan MBG.

"Pengawasan harus diperkuat agar tidak ada penyimpangan, sekaligus memastikan kualitas gizi pelaksanaan MBG tetap terjaga. Rantai pasok juga harus mengutamakan pasar lokal demi menjaga perputaran ekonomi warga dan mencegah praktik monopoli pasokan oleh oknum tertentu," tegas Respati.

Di sektor ekonomi kerakyatan, Pemkot Solo siap memfasilitasi operasional KKMP dengan memanfaatkan aset-aset milik pemerintah daerah di tingkat kelurahan.

Sementara di bidang kesehatan, Respati membuka ruang selebar-lebarnya bagi masyarakat untuk mengajukan kebutuhan sarana prasarana demi menyukseskan program Posyandu Plus.

Baca Juga: Tolak Keraton Kilen Dibuka untuk Wisata Umum, Pengamat Budaya: Nilai Sakralnya Bisa Luntur!

Integrasi Dapur MBG dan Pengolahan Sampah

Persoalan tata kelola sampah juga mendapat atensi khusus. Saat ini, produksi sampah harian di Kota Solo mencapai 300-400 ton yang didominasi sampah organik. Padahal, kapasitas pengolahan yang tersedia baru mampu menangani sekitar 200 ton per hari.

Oleh karena itu, Wali Kota menginstruksikan agar pengelolaan sampah dari hulu diperkuat. Salah satu langkah inovatifnya adalah mewajibkan seluruh pengelola dapur umum MBG untuk mengolah limbah organik mereka sendiri sebelum dibuang ke TPA Putri Cempo. Aturan ini kini menjadi syarat wajib bagi pengajuan izin dapur MBG baru di Kota Solo.

Baca Juga: Heboh Pengakuan Kontraktor Ditarik Fee oleh Dissosp3appkb Klaten untuk Amankan Proyek, Kepala Dinas Beri Penjelasan

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta, Herwin Tri Nugroho, membenarkan adanya kebijakan integrasi tersebut.

"Satgas MBG ini kan jalan terus, dan DLH menjadi bagian di dalamnya. Khusus soal penanganan sampah, hal ini disandingkan dengan dokumen persyaratan operasional. Jadi, selain harus ada IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) untuk limbah cair, sisa produksi limbah organik dapur MBG juga wajib diolah. Kami ingin kapasitas tempat pengolahan sampah mereka sesuai dengan jumlah produksi harian yang dihasilkan," terang Herwin. (ves)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#kkmp #mbg di solo #program prioritas #wali kota solo #tni-polri #Mbg #Makan Bergizi Gratis #Respati Ardi