RADARSOLO.COM – Kompetisi liga futsal kasta kedua Indonesia, Pro Futsal League 2 (PFL 2) musim 2025/2026 segera bergulir. Maestro Solo FC memastikan diri ambil bagian sebagai salah satu kontestan. Meski berstatus tim baru, klub asal Kota Bengawan itu siap tampil sebagai penantang.
Kehadiran Maestro Solo FC menjadi angin segar bagi perkembangan futsal di Jawa Tengah. Pasalnya, cukup lama wilayah ini tidak memiliki wakil di kompetisi profesional. Momentum ini sekaligus menjadi titik awal kebangkitan futsal daerah.
Tim ini dinahkodai oleh pelatih berpengalaman, Fandy Frima Dana Butarbutar. Ia pernah menangani tim nasional futsal Timor Leste di level internasional. Di bawah arahannya, Maestro Solo FC langsung tancap gas mempersiapkan diri.
Program latihan digelar intensif sejak akhir Maret. Selain itu, tim juga mulai menyusun agenda uji coba guna mengukur kesiapan. Salah satu agenda terdekat adalah laga uji coba di Surabaya yang dijadwalkan berlangsung pada awal April.
Komposisi skuad pun telah dipastikan. Sebanyak 18 pemain resmi dikontrak untuk mengarungi kompetisi. Saat ini, seluruh pemain difokuskan pada pembentukan pola permainan serta pematangan strategi tim.
“Kami sudah menemukan 18 pemain dan semuanya sudah dikontrak. Persiapan terus kami matangkan, termasuk agenda uji coba di awal April nanti,” ujar Fandy.
Dengan komposisi mayoritas pemain baru, proses adaptasi menjadi tantangan utama. Tim pelatih terus mendorong peningkatan pemahaman taktik, sekaligus membangun chemistry antarpemain.
Menyadari hal tersebut, Fandy memilih pendekatan realistis. Ia tak ingin membebani tim dengan target tinggi di musim perdana. Fokus utama diarahkan pada proses perkembangan tim.
“Target kami realistis, berkembang dari setiap pertandingan. Skuad ini masih muda dan baru. Jadi, tidak perlu terlalu dibebani untuk langsung sempurna,” jelasnya.
Menurutnya, tekanan berlebih justru bisa menghambat perkembangan pemain. Karena itu, tim pelatih berupaya menciptakan suasana yang kondusif agar pemain bisa berkembang secara optimal.
Di sisi lain, Fandy juga mengapresiasi dukungan penuh dari manajemen. Ia menilai peran manajemen sangat membantu dalam proses pembentukan tim serta menjaga stabilitas internal.
“Kami yakin dengan dukungan manajemen dan kerja keras tim, bisa memberikan permainan terbaik,” pungkasnya.
Kompetisi Pro Futsal League 2 musim ini akan digelar di dua lokasi. Babak regular series dijadwalkan berlangsung di GOR Sabilulungan Jalak Harupat, Bandung, pada 23 April hingga 15 Mei. Sementara fase lanjutan hingga grand final akan digelar di GOR Bung Karno, Sukoharjo, pada 21 hingga 28 Juni 2026. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy