Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

BPBD Solo Siaga 24 Jam Hadapi Pancaroba, 34 Keluarahan Siaga Bencana Banjir hingga Pohon Tumbang

Silvester Kurniawan • Senin, 30 Maret 2026 | 16:48 WIB
Bengawan Solo rawan meluap jika curah hujan sangat tinggi. (Arief Budiman/Radar Solo)
Bengawan Solo rawan meluap jika curah hujan sangat tinggi. (Arief Budiman/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Memasuki musim pancaroba, kewaspadaan bencana di Kota Solo kembali dinaikkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) selama 24 jam penuh untuk mengantisipasi potensi bencana yang datang tanpa pola pasti.

Ancaman paling nyata masih berkutat pada dua hal klasik yaitu pohon tumbang akibat angin kencang dan banjir yang dipicu hujan intensitas tinggi dalam waktu singkat.

Baca Juga: Modus Jual Tanah, Oknum Polisi Aktif di Sragen Malah Gasak 91 Pohon Jati

Kepala BPBD Kota Solo Ari Dwi Daryatmo, menyebut karakter cuaca pancaroba justru lebih berbahaya karena sulit diprediksi. Hujan bisa datang tiba-tiba, singkat, tetapi disertai angin kencang yang berpotensi memicu kerusakan.

“Ini musim peralihan. Hujan bisa sebentar, tapi sering disertai angin kencang. Justru ini yang harus diwaspadai,” ujarnya.

Mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang, cuaca Solo dalam sepekan ke depan didominasi hujan ringan hingga sedang dengan kondisi langit berawan tebal, mulai Senin (30/3) hingga Sabtu (4/4). Pola ini menjadi dasar BPBD memperkuat langkah mitigasi.

Baca Juga: Tegas! Buang Sampah Sembarangan di City Walk Solo, Tukang Becak Kena Sanksi Sosial

BPBD memastikan seluruh sumber daya dalam kondisi siaga. Tidak hanya personel TRC, tetapi juga logistik, peralatan, hingga jaringan relawan di tingkat kelurahan dan kecamatan terus diaktifkan.

“Tim kami standby 24 jam. Titik rawan banjir dan genangan juga terus kami pantau. Koordinasi dengan relawan wilayah berjalan aktif,” jelas Ari.

Namun, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat diminta ikut berperan aktif, mulai dari meningkatkan kewaspadaan hingga segera melaporkan kejadian bencana agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Baca Juga: Selama 3 Tahun Antar Jemput Boyolali-Jakarta, sang Ibu Bangga Dony Tri Pamungkas Jadi Bintang Skuad Garuda di Laga Persahabatan FIFA Series

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menekankan pentingnya penguatan sistem mitigasi berbasis wilayah melalui pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana.

Saat ini, dari total 54 kelurahan di Kota Solo, baru 34 yang masuk kategori tersebut. Artinya, masih ada celah yang perlu segera ditutup untuk memperkuat ketahanan kota terhadap bencana.

“Kelurahan Tangguh Bencana ini harus terus didorong. Sinergi di tingkat wilayah sangat penting agar penanganan lebih cepat dan terkoordinasi,” ujarnya.

Pancaroba selalu membawa ketidakpastian. Dalam situasi seperti ini, kecepatan respons dan kesiapan sistem menjadi kunci. Solo tampaknya memilih tidak menunggu bencana datang, tetapi bersiap sejak awal. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
#bencana #tim reaksi cepat #banjir #pancaroba #pohon tumbang #cuaca