Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Revitalisasi Dua Museum Ikonik Solo Dimulai Juli, Target Tuntas Akhir 2026, Ini Beberapa Bagian yang Bakal Dirombak

Silvester Kurniawan • Senin, 30 Maret 2026 | 17:32 WIB
Museum Radya Pustaka akan direvitalisasi agar menarik bagi pengunjung Gen Z. (Arief Budiman/Radar Solo)
Museum Radya Pustaka akan direvitalisasi agar menarik bagi pengunjung Gen Z. (Arief Budiman/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Revitalisasi dua museum ikonik di Kota Bengawan, Museum Keris Nusantara dan Museum Radya Pustaka, dipastikan mulai dieksekusi pada pertengahan 2026. Pemkort Solo menargetkan seluruh proses rampung sebelum akhir tahun.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Solo Mareta Dinas Cahyono menjelaskan, saat ini tahapan kajian dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) masih dalam proses pematangan. Koordinasi intensif juga telah dilakukan bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jawa Tengah yang akan menjadi pelaksana proyek.

“Pemkot berperan sebagai penerima manfaat. Untuk pelaksanaan teknis sepenuhnya ditangani BPK Wilayah X, meskipun perencanaan tetap kami susun,” ujarnya, Senin (30/3).

Baca Juga: Hasil Musrenbag Pemkot Solo Dikritisi, Ini Beberapa Catatan DPRD

Revitalisasi ini didukung anggaran sebesar Rp5 miliar dari Kementerian Kebudayaan, masing-masing Rp2,5 miliar untuk setiap museum. Proses perencanaan bahkan telah melalui tahapan survei lokasi, pemaparan konsep, hingga finalisasi desain pada akhir pekan lalu.

Berbeda dari proyek renovasi besar, revitalisasi ini lebih menitikberatkan pada pembaruan fungsi ruang dan pengalaman pengunjung tanpa mengubah struktur utama bangunan. Hal ini memungkinkan pengerjaan dilakukan bertahap tanpa menutup akses kunjungan.

Baca Juga: Klaim Stok Aman 76 Ribu Ton, Bulog Solo Perkuat Cadangan dan Tahan Gejolak Harga Beras

Di Museum Keris Nusantara, perubahan paling mencolok akan hadir melalui pembangunan ruang imersif di lantai empat. Ruang ini dirancang dengan teknologi interaktif untuk menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung, mengikuti konsep museum modern.

Tak hanya itu, penataan juga mencakup ruang suvenir, area besalen (tempat praktik tempa keris), rehabilitasi perpustakaan, ruang ramah anak, hingga perbaikan fasilitas umum seperti toilet dan dinding bangunan. Penyusunan alur cerita (storyline) pameran juga menjadi bagian penting dalam pembaruan ini.

Baca Juga: BPBD Solo Siaga 24 Jam Hadapi Pancaroba, 34 Keluarahan Siaga Bencana Banjir hingga Pohon Tumbang

Sementara itu, revitalisasi Museum Radya Pustaka difokuskan pada penataan lanskap, termasuk kolam, patung, dan area pintu masuk. Di dalam museum, pembaruan dilakukan melalui perbaikan ruang pamer, penambahan mezzanine untuk perpustakaan dan ruang pertemuan, serta digitalisasi koleksi.

“Konsepnya memperkuat tampilan yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai historisnya,” jelas Mareta.

Pelaksanaan revitalisasi direncanakan mulai Juli 2026 dan dilakukan secara bertahap per segmen. Dengan skema ini, museum tetap dibuka untuk publik selama proses berlangsung.

Revitalisasi kedua museum ini mencuat setelah kunjungan Fadli Zon ke Solo pada Maret lalu. Pemerintah pusat kemudian mengucurkan anggaran sebagai bagian dari upaya penguatan destinasi budaya.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, optimistis langkah ini akan memperkuat posisi Solo sebagai kota budaya sekaligus mendongkrak kunjungan wisata.

“Ini akan mempertegas identitas Solo sebagai kota budaya. Harapannya, kunjungan ke museum meningkat dan berdampak pada sektor pariwisata,” ujarnya.

Dengan sentuhan teknologi, penataan ruang, dan digitalisasi koleksi, dua museum tertua dan terpenting di Solo ini bersiap naik kelas—tak sekadar sebagai ruang penyimpanan sejarah, tetapi menjadi destinasi edukasi yang hidup dan relevan bagi generasi masa kini.

Editor : Kabun Triyatno
#modern #museum radya pustaka #museum keris nusantara #revitalisasi