RADARSOLO.COM – Maestro Solo FC mulai menunjukkan kepercayaan diri jelang tampil di Pro Futsal League 2 (PFL 2) musim 2025/2026. Meski berstatus sebagai tim baru, klub asal Solo ini optimistis mampu tampil kompetitif. Karakter permainan yang menarik menjadi salah satu identitas yang ingin dibangun sejak awal.
Optimisme tersebut muncul seiring dengan progres persiapan tim yang terus berjalan. Para pemain mulai menunjukkan perkembangan, terutama dalam memahami pola permainan yang diterapkan pelatih. Hal ini menjadi modal awal menghadapi kompetisi yang ketat.
Pelatih Maestro Solo FC, Fandy Frima Dana Butarbutar, menegaskan bahwa timnya akan mengusung gaya bermain terbuka. Pendekatan ini dipilih untuk membangun keberanian bermain sekaligus memberikan tontonan menarik bagi publik.
“Saya optimis tim ini akan diperhitungkan dengan gaya permainan yang menarik dan terbuka,” ujar Fandy saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo pada Sabtu (28/3/2026) lalu.
Baca Juga: Ini Alasan Persis Solo Resmi Ajukan Banding Soal Sanksi Sadisnya
Gaya bermain terbuka dinilai mampu mengakomodasi potensi pemain yang dimiliki. Selain itu, pendekatan ini juga memberi ruang bagi pemain untuk lebih ekspresif di lapangan. Namun, strategi tersebut tetap memiliki risiko yang harus diantisipasi.
Fandy menegaskan bahwa tim pelatih telah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi risiko tersebut. Salah satu strategi yang diterapkan adalah dengan memaksimalkan rotasi pemain dalam setiap pertandingan.
“Tapi semua risiko taktik kita coba siasati dengan melakukan rotasi beberapa pemain,” jelasnya.
Menurutnya, rotasi pemain menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan tim. Selain untuk mengatur kondisi fisik, rotasi juga penting untuk menjaga ritme permainan tetap stabil. Dengan demikian, tim dapat tampil lebih konsisten.
Ia menambahkan, strategi tersebut juga memberi kesempatan bagi seluruh pemain untuk berkontribusi.
Hal ini penting mengingat komposisi tim didominasi oleh pemain baru yang masih membutuhkan jam terbang. Dengan distribusi peran yang merata, perkembangan pemain diharapkan bisa lebih cepat.
Di sisi lain, fleksibilitas permainan terus menjadi fokus utama dalam latihan. Tim pelatih berupaya membentuk skuad yang mampu beradaptasi dengan berbagai situasi pertandingan. Hal ini menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi kompetisi yang panjang.
Selain aspek taktik, Maestro Solo FC juga terus mematangkan chemistry antarpemain. Proses ini dinilai krusial mengingat mayoritas pemain belum lama bergabung. Penyatuan visi bermain menjadi salah satu target utama dalam masa persiapan.
Dengan pendekatan tersebut, Maestro Solo FC berharap mampu tampil tidak hanya kompetitif, tetapi juga menghibur. Gaya bermain terbuka diharapkan menjadi ciri khas tim di musim perdana. Mereka pun optimistis mampu mencuri perhatian di ajang PFL 2 musim ini. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy