RADARSOLO.COM – Aksi nekat seorang pria dengan gangguan kejiwaan nyaris berujung petaka di kawasan Jalan Kepodang I, Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan. Pria bernama Heru Supriyanto diduga hendak membakar rumahnya sendiri saat emosi memuncak, sebelum akhirnya berhasil diamankan aparat kepolisian bersama warga.
Peristiwa yang sempat memicu kepanikan warga itu terjadi ketika Heru menunjukkan perilaku agresif dan tidak terkendali. Berdasarkan informasi di lapangan, kondisi tersebut dipicu tekanan emosional, mulai dari perasaan kurang mendapat perhatian keluarga hingga keluhan sakit pada bagian kaki yang tak kunjung ditangani.
Situasi yang kian memanas membuat warga segera melapor. Tak butuh waktu lama, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kerten, Galuh Sudarmono, bersama anggota Linmas langsung mendatangi lokasi.
Alih-alih menggunakan tindakan represif, petugas memilih pendekatan humanis. Komunikasi dialogis dilakukan secara hati-hati untuk meredam emosi tanpa memicu reaksi yang lebih berbahaya.
“Pendekatan persuasif kami kedepankan agar situasi tetap kondusif. Alhamdulillah bisa dikendalikan tanpa kejadian yang tidak diinginkan,” ujar Galuh.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Setelah proses pendekatan yang cukup intens, Heru akhirnya berhasil ditenangkan dan bersedia diajak untuk mendapatkan penanganan medis.
Petugas bersama warga kemudian membawa Heru ke Puskesmas Purwosari untuk pemeriksaan awal. Dari hasil evaluasi medis, ia direkomendasikan menjalani perawatan lanjutan di fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
Baca Juga: BPBD Solo Siaga 24 Jam Hadapi Pancaroba, 34 Keluarahan Siaga Bencana Banjir hingga Pohon Tumbang
Selanjutnya, Heru dirujuk ke RS Panti Waluyo guna mendapatkan penanganan intensif, baik secara fisik maupun kejiwaan.
Selain penanganan medis, polisi juga berupaya berkoordinasi dengan pihak keluarga agar memberikan perhatian lebih terhadap kondisi yang bersangkutan.
“Kami juga berkomunikasi dengan keluarga agar ke depan bisa lebih memperhatikan kondisi Heru, sehingga kejadian serupa tidak terulang,” imbuh Galuh.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor jika menemukan kondisi serupa di lingkungan sekitar. Peran aktif warga dinilai krusial dalam mencegah potensi gangguan keamanan sekaligus memastikan penanganan yang cepat dan tepat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penanganan kasus kejiwaan tidak hanya membutuhkan respons cepat, tetapi juga pendekatan yang tepat—mengutamakan empati, keselamatan, dan kemanusiaan. (atn)