Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi bersama Wali Kota Solo Respati Ardi di Balai Kota, Rabu (1/4/2026).RADARSOLO.COM-Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas gugurnya 3 prajurit TNI di Lebanon Selatan pada Minggu (29/3/2026) lalu.
Pernyataan dukacita tersebut disampaikannya usai bertemu Wali Kota Solo Respati Ardi di Balai Kota Solo, Rabu (1/4/2026).
Kutuk Keras Serangan terhadap Pasukan Perdamaian
Dalam sesi wawancara dengan awak media, Boroujerdi mengutuk keras aksi militer yang dilakukan oleh pasukan Israel. Menurutnya, serangan yang menyasar pasukan penjaga perdamaian adalah sebuah tindakan keji.
Selain menyampaikan ucapan belasungkawa secara tatap muka, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta juga telah merilis pernyataan duka cita resmi kepada Pemerintah Indonesia melalui berbagai kanal informasi dan media sosial mereka.
"Rezim Zionis Israel merupakan rezim pembunuh yang melakukan langkah keji dan tidak patuh pada aturan dunia. Bahkan, mereka menjadikan pihak yang ditugaskan menjaga perdamaian sebagai sasaran. Kami mengucapkan belasungkawa yang mendalam atas insiden ini," terang Boroujerdi melalui penerjemahnya.
Ajak Masyarakat Tolak Peperangan
Dubes Iran tersebut menekankan bahwa semua pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata semestinya mematuhi aturan internasional yang telah disepakati bersama.
Hal ini secara mutlak mencakup pengecualian serangan terhadap pihak-pihak netral yang bertugas menjaga perdamaian. Namun, ia menilai Israel terbukti tidak mematuhi aturan internasional, etika, maupun norma-norma kemanusiaan apa pun.
Baca Juga: Masih 19 Tahun, Pebulutangkis Asal Klaten Resmi Masuk Pelatnas! Siapa Ikhsan Lintang?
"Perang bukan merupakan hal yang baik. Masyarakat sipil selalu menjadi korban utama atas sebuah peperangan. Dalam perang yang dipaksakan di negara kami, balita berusia tiga hari hingga lansia 88 tahun turut menjadi sasaran. Tentu ini harus kita kutuk bersama. Saya mengundang seluruh masyarakat Indonesia untuk bergabung dalam kampanye menolak perang," ajak Boroujerdi.
Bukti Temuan PBB dan Bantahan Israel
Sebagai informasi tambahan, insiden yang terjadi di Lebanon Selatan pada Minggu (29/3/2026) lalu memicu kecaman internasional.
Berdasarkan temuan sumber internal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di lapangan, terdapat beberapa fakta krusial yang mengarah pada keterlibatan Israel:
- Gugurnya 3 Prajurit TNI: Korban merupakan personel militer Indonesia yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon Selatan.
- Bukti Puing Rudal: Di lokasi kejadian ditemukan serpihan puing-puing rudal yang diidentifikasi kuat berasal dari peluru tank militer Israel.
- Klaim Sepihak Israel: Pihak Israel telah mengeluarkan pernyataan yang mengklaim dan membantah bahwa serangan tersebut berasal dari pasukan mereka.
Baca Juga: Siapa Sosok Hendarsam Marantoko? Dirjen Imigrasi yang Baru Dilantik, Ini Profil dan Jejak KariernyaBaca Juga: Siapa Kapten Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan?Kronologi 2 Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon
Merespons bantahan tersebut, Boroujerdi menegaskan bahwa Israel memiliki catatan sejarah yang buruk dan kerap memulai peperangan dengan negara-negara di sekitarnya.
"Rezim ini memulai perang, menjadikan masyarakat tidak berdosa sebagai sasaran, kemudian berbohong, dan kembali mengulanginya. Siapa lagi yang bisa menyerang Lebanon Selatan kalau bukan Zionis Israel? Iran merupakan negara yang bersahabat dengan Lebanon. Jadi, yang bisa melakukan penyerangan tentu Zionis Israel," pungkasnya tegas. (ves)
Editor : Tri Wahyu Cahyono