RADARSOLO.COM – Kesadaran masyarakat terhadap autisme dan deteksi dini perkembangan anak cukup penting. Isu ini diangkat dalam peringatan World Autism Awareness Day di Neo Solo Grand Mall, Kamis (2/4).
Dari event ini, diharapkan mendorong terciptanya lingkungan yang inklusif bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Acara dihadiri Kanjeng Gusti Ancuillasura Marina atau Gusti Sura dan Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani.
Menurut Gusti Sura, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dalam membangun masyarakat yang lebih ramah terhadap perbedaan.
“Melalui kegiatan ini, kami mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang telah menghadirkan ruang edukasi dan apresiasi bagi anak-anak. Ini juga langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mendorong deteksi dini gangguan perkembangan anak,” jelas Gusti Sura.
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani mengapresiasi gelaran World Autism Awareness Day. Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) solo berkomitmen mewujudkan kota yang ramah anak dan inklusif.
“Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian dalam menciptakan ruang yang ramah, inklusif, dan penuh penghargaan bagi anak-anak. Khususnya anak dengan autisme,” jelas Astrid yang juga Bunda Inklusi tersebut.
Astrid menambahkan, pemerintah terus mendorong berbagai program lintas sektoral. Mulai dari pendidikan inklusi, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Pengamanan Paskah Berlapis! Polisi Sterilisasi Gereja dan Siapkan Rekayasa Lalin
Saat ini, sekolah inklusi di Kota Bengawan terus diperluas dari jenjang PAUD hingga SMA. Selain itu, Astrid menyampaikan, layanan tumbuh kembang anak juga dioptimalkan melalui puskesmas dan rumah sakit umum daerah.
Termasuk penyediaan asesmen psikologis, serta deteksi dini bagi ABK.
“Semua elemen, mulai dari dinas pendidikan, kesehatan, sosial hingga pembangunan infrastruktur harus bersinergi. Sehingga layanan publik bisa diakses secara setara oleh semua warga,” imbuhnya.
Dari sisi medis, psikolog klinis Maria menjelaskan, autisme merupakan gangguan pada interaksi sosial dan komunikasi. Biasanya mulai terlihat sejak anak berusia sekira 30 bulan.
Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mencari informasi yang tepat. Termasuk konsultasi profesional agar penanganan tumbuh kembang anak dapat optimal.
“Contohnya, anak tidak merespons saat dipanggil, tidak kontak mata, atau tampak hidup di dunianya sendiri. Karena itu, deteksi dini sangat penting dan perlu dikonfirmasi oleh tenaga ahli,” jelasnya.
Sementara itu, General Manager Neo Solo Grand Mall Bambang Sunarno menyebut kegiatan ini pertama kalinya digelar.
Pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan faslitas publik, agar semakin ramah bagi semua kalangan, termasuk ABK.
“Kami ingin menunjukkan, bahwa mal tidak hanya tempat berbelanja. Tetapi juga ruang untuk edukasi dan diskusi isu sosial. Harapannya, orang tua tidak lagi minder dan mendapat dukungan dari kegiatan serupa,” bebernya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto