Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Eksistensi Setengah Abad Sarung Tenun Goyor Pasar Kliwon Solo

fery ardi susanto • Jumat, 3 April 2026 | 10:01 WIB
Pekerja menyelesaikan produksi sarung tenun goyor dengan alat tenun bukan manual (ATBM) di industri rumahan Jalan Mojo, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.
Pekerja menyelesaikan produksi sarung tenun goyor dengan alat tenun bukan manual (ATBM) di industri rumahan Jalan Mojo, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Lebih dari 50 tahun salah satu industri rumahan di Jalan Mojo, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo memproduksi sarung tenun goyor. Menariknya, sarung ini masih diproduksi manual alias menggunakan ATBM (alat tenun bukan mesin).

Di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah ini, pesanan membanjir. Jalur distribusinya tak hanya merambah kota-kota besar di Indonesia, namun sudah menginvasi tanah Afrika, Eropa, Amerika, serta Timur Tengah.

Proses pembuatannya dengan bahan dasar benang rayon kualitas tinggi. Berikut tahapan dan detail pembuatan sarung tenun goyor:

1.Persiapan Menghani:

Tahap awal dalam pembuatan kain tenun dimulai dengan menghani, yaitu proses pemilahan benang-benang untuk dijadikan lungsi pada alat hani. Benang rayon dipisahkan menjadi benang rayon atau lusi (vertikal) untuk warna dasar. Sedangkan benang pakan (horizontal) untuk motif.

Proses menghani dan pencucukan benang. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
Proses menghani dan pencucukan benang. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

 2. Pembuatan Motif: 

Motif digambar dan diikat menggunakan tali rafia atau tali plastik untuk membentuk pola khas (seperti motif prilikan atau kembangan) sebelum diwarnai.

Pembuatan motif dengan spindol. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
Pembuatan motif dengan spindol. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

 3. Pengeringan dan Pelepas Tali: 

Benang yang sudah diwarnai dikeringkan, lalu tali pengikat motif dilepas (dipretelin).

(ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
Proses pelepasan tali pengikat motif. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

 

4. Penataan Benang (Lerek): 

Benang diatur pada alat tenun melalui proses dicucuk (memasukkan ke mata alat tenun).

(ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
Proses pencucukan benang. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

5. Penenunan (ATBM):

Benang lusi dan pakan yang sudah siap, lalu dipasang di ATBM. Perajin lalu menyusun benang satu per satu dengan tangan, membutuhkan ketelitian tinggi, terutama dalam membentuk tumpal (bagian belakang sarung).

Proses penenunan. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
Proses penenunan. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

6. Finishing: 

Setelah menjadi kain, sarung dilepas dari alat tenun, dipotong, dijahit ujungnya, dicuci, dan dipres (dirapikan).

(ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
Proses pencucian sarung tenun goyor yang sudah jadi. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
Editor : fery ardi susanto
#sarung tenun goyor solo #sarung tenun goyor pasar kliwon #proses pembuatan sarung tenun goyor #sarung tenun goyor semanggi solo #tekstil