RADARSOLO.COM — Rencana kerja sama sister city antara Kota Solo dan Xi’an ditegaskan tidak akan berhenti pada seremoni. Pemkot Solo menargetkan dampak nyata yang bisa langsung dirasakan masyarakat.
Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan bahwa kemitraan internasional tersebut diarahkan pada hasil konkret, mulai dari peningkatan ekonomi hingga peluang kerja.
“Kerja sama sister city ini bukan sekadar simbolik, tetapi harus memberikan manfaat nyata, baik di sektor pelayanan publik, investasi, pariwisata, maupun sosial budaya,” ujarnya.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Mobil Keluarga Bekas Harga 80 Jutaan Terbaik 2026: Irit BBM, Pajak Murah, Kabin Lega
Pernyataan itu disampaikan Respati saat merespons berbagai catatan kritis fraksi DPRD, terutama terkait manfaat kerja sama dan potensi pembengkakan anggaran.
Ia memastikan, pelaksanaan program tidak akan membebani APBD. Strateginya, Pemkot Solo akan mengoptimalkan program yang sudah berjalan di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), tanpa membuat kegiatan baru.
Baca Juga: Sudah Ada 3 Kasus Campak Di Awal 2026, Dinkes Boyolali Ingatkan Masyarakat Waspada.
“Kami tidak menambah program baru. Semua dioptimalkan dari kegiatan yang sudah ada,” tegasnya.
Untuk menghindari kerja sama yang hanya bersifat seremonial, Pemkot juga menyiapkan sejumlah indikator keberhasilan yang terukur. Salah satu target utama adalah peningkatan kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Kota Solo.
Baca Juga: Terlilit Utang Pinjol, Pihak Keluarga Ungkap Detik-detik Kematian Warga Girimarto Wonogiri
Selain itu, kerja sama akan mencakup pertukaran pelajar dan budaya, pembukaan peluang investasi, hingga pengembangan pengobatan tradisional Tiongkok di Solo.
Tak hanya itu, Pemkot juga membidik peluang penyaluran tenaga kerja ke Xi’an serta penguatan kerja sama pendidikan vokasi.
Respati menyebut, kemitraan ini sekaligus menjadi pintu masuk memperluas jejaring internasional Kota Solo ke kota-kota lain di Tiongkok.
“Kami ingin kerja sama ini benar-benar berdampak pada ekonomi, pendidikan, dan ketenagakerjaan masyarakat,” pungkasnya. (atn)
Editor : Kabun Triyatno