Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Jokowi Ingatkan Relawan Laskar Gibran: Jangan Bikin Gaduh di Tengah Krisis Global

Antonius Christian • Minggu, 5 April 2026 | 16:52 WIB
Presiden Ke-7 RI Joko Widodo beri pesan di acara silaturahmi kebangsaan Laskar Gibran. (A Christian/Radar Solo)
Presiden Ke-7 RI Joko Widodo beri pesan di acara silaturahmi kebangsaan Laskar Gibran. (A Christian/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM — Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengingatkan para relawan dan pendukungnya, termasuk kelompok Laskar Gibran, untuk tidak membuat kegaduhan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.

Pesan tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri Halal Bihalal dan Anniversary ke-1 Youtuber Nusantara sekaligus Konsolidasi Laskar Gibran di Hotel Sunan Solo, Sabtu (4/4).

“Jangan membuat gaduh. Dunia ini sedang dalam posisi yang tidak mudah,” tegasnya.

Baca Juga: Keabsahan Ijazah Jokowi: Antara Proses Pengambilan Keputusan dan Pertaruhan Negara

Jokowi menyoroti setidaknya tiga krisis besar yang tengah dihadapi dunia secara bersamaan, yakni perubahan iklim, konflik geopolitik, dan disrupsi teknologi.

Ia menjelaskan, dampak perubahan iklim kini semakin nyata dengan meningkatnya frekuensi bencana seperti banjir, longsor, hingga kenaikan permukaan air laut yang sulit diprediksi.

Di sisi lain, konflik geopolitik global juga belum menunjukkan tanda mereda. Mulai dari Perang Rusia–Ukraina, konflik Israel–Palestina, hingga meningkatnya tensi antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Baca Juga: Dari Rumah Jokowi, Respati Bawa Pesan Penting untuk Warga Solo

“Semua negara mengalami ketidakpastian. Bahkan negara yang terlibat langsung pun tidak bisa menghitung kapan konflik ini selesai,” ujarnya.

Jokowi juga menyoroti dampak ekonomi dari konflik global, terutama lonjakan harga minyak dunia. Ia menyebut harga minyak kini telah mencapai kisaran US$108 hingga US$112 per barel, naik signifikan dari sebelumnya di level US$60–70.

Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi memicu kenaikan biaya transportasi, logistik, hingga harga kebutuhan pokok masyarakat.

“Kalau ini terus naik, dampaknya ke mana-mana. Daya beli masyarakat bisa tergerus,” jelasnya.

Meski demikian, Jokowi mengapresiasi langkah pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto yang dinilai masih mampu menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Selain itu, ia juga mengingatkan ancaman disrupsi teknologi, khususnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan robot humanoid yang diprediksi akan semakin masif dalam 5 hingga 15 tahun ke depan.

“Ke depan kita bisa kesulitan membedakan mana yang asli dan mana yang buatan AI,” ujarnya.

Dengan kombinasi berbagai krisis tersebut, Jokowi menilai penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas, termasuk dalam aktivitas di media sosial.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Jangan mudah menuduh, jangan mudah curiga, jangan menyampaikan hal yang belum jelas kebenarannya,” pesannya.

Jokowi juga mendorong para relawan untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan konten yang menyejukkan dan menghibur.

“Gunakan kekuatan yang ada untuk menenangkan, bukan membuat gaduh,” pungkasnya. (atn)

Editor : Kabun Triyatno
#gibran #jokowi #joko widodo #geopolitik #relawan