Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Puluhan Anak di Solo Suspek Campak, Pemkot Gerak Cepat Genjot Vaksinasi

Silvester Kurniawan • Minggu, 5 April 2026 | 18:59 WIB
Ilustrasi AI/Gemini
Ilustrasi AI/Gemini

 

RADARSOLO.COM — Munculnya puluhan kasus suspek campak di awal 2026 menjadi alarm bagi Pemerintah Kota Surakarta. Sedikitnya 50 anak terindikasi awal terpapar campak sepanjang Januari hingga Maret 2026.

Wali Kota Solo Respati Achmad Ardianto menegaskan pemerintah akan memaksimalkan vaksinasi sekaligus meluruskan informasi keliru yang beredar di masyarakat.

Menurutnya, masih ada warga yang menolak imunisasi karena terpengaruh informasi yang tidak tepat.

Baca Juga: Catat Syarat Lengkap dan Alurnya! 53 Ribu Balita di Klaten Jadi Sasaran Vaksinasi Massal Campak

“Laporan dari Dinas Kesehatan, ada sebagian masyarakat terdampak karena tidak mau vaksin. Saya imbau, vaksinasi ini aman dan penting untuk mencegah campak,” tegasnya, Minggu (5/4).

Pemkot juga akan memperkuat sosialisasi agar masyarakat tidak diliputi ketakutan berlebihan. Di saat yang sama, pemantauan kasus terus dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih luas.

“Kita awasi terus datanya agar tidak menular. Masih terkontrol, tapi masyarakat jangan takut vaksin,” imbuh Respati.

Baca Juga: Waspada Ruam di Belakang Leher! Pakar Kesehatan Ingatkan Risiko Kematian Akibat Penyakit Campak

Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo Retno Erawati Wulandari, menjelaskan bahwa status suspek belum tentu positif. Seluruh kasus masih dalam tahap pemeriksaan laboratorium, termasuk pengecekan riwayat imunisasi pasien.

“Gejala umum campak antara lain demam, batuk-pilek, mata merah, dan ruam yang muncul di belakang telinga. Dari 50 suspek ini, semuanya masih kami uji lebih lanjut,” jelasnya.

Jika ditemukan kasus positif, Dinkes akan langsung melakukan pelacakan di lingkungan tempat tinggal, sekolah, hingga kontak erat pasien.

Baca Juga: Campak, Rubella, dan Difteri Masih Jadi Ancaman untuk Anak

Di sisi lain, capaian imunisasi dasar di Solo sebenarnya sudah cukup tinggi, yakni di atas 70 persen. Namun, kelompok masyarakat yang menolak vaksin dinilai menjadi titik rawan penyebaran penyakit.

“Kelompok yang tidak divaksin ini rentan, tidak hanya terhadap campak tapi juga penyakit menular lainnya,” tegas Retno.

Pemkot berharap percepatan vaksinasi dan edukasi publik bisa menekan potensi lonjakan kasus, sekaligus memastikan perlindungan kesehatan anak-anak di Kota Solo tetap terjaga. (ves)

 
Editor : Kabun Triyatno
#campak #anak #imunisasi #vaksinasi #Menular