RADARSOLO.COM - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo menanggapi keluhan pedagang, terkait kondisi Pasar Ayam Silir, Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon yang kian memprihatinkan. Terutama soal bau menyengat, kebersihan, irigasi, hingga belum optimalnya instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Kepala Bidang Sarana Distribusi dan Perdagangan Disdag Kota Solo Daniel Azka Alfarobi menjelaskan, IPAL yang telah dibangun belum berfungsi maksimal karena masih dalam tahap penyempurnaan.
“Ipal itu tinggal menyambungkan saluran lama dengan saluran IPAL. Tapi untuk pengerjaannya, aktivitas di RPU harus diliburkan dulu,” jelas Daniel, Senin (6/4).
Daniel menyebut, selama aktivitas di Rumah Pemotongan Unggas (RPU) masih berjalan, proses penyambungan saluran tidak bisa dilakukan. Dampaknya, aliran limbah dari aktivitas pemotongan ayam masih terus mengalir.
Baca Juga: Bikin Onar di Tengah Hajatan, Seorang Pria Diamankan Tim Sparta
“Kalau masih beraktivitas, harus disetop dulu, baru bisa disambungkan ke IPAL yang baru. Itu tidak bisa kalau tidak libur,” tegasnya.
Daniel menegaskan, proyek tersebut belum sepenuhnya rampung. Masih ada pengerjaan lanjutan berupa memperbesar saluran yang nantinya akan diarahkan menuju IPAL.
Ia menambahkan, IPAL tersebut sejatinya telah terpasang sejak akhir tahun 2025. Namun belum dioptimalkan karena terkendala teknis di lapangan.
Baca Juga: Buntut Sanksi PLTSa Putri Cempo Solo, DPRD Desak Transparan ke Publik
Untuk mempercepat penyelesaian, disdag menargetkan proses penyambungan dapat dilakukan dalam waktu sekira dua hari. Dengan catatan aktivitas di RPU dihentikan sementara.
“Bisa dimaksimalkan dua hari untuk pekerjaannya. Kalau sudah bisa off, nanti akan berjalan maksimal,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, disdag segera mengumpulkan para pedagang untuk membahas teknis pelaksanaan, serta mencari solusi bersama.
Selain itu, disdag berjanji akan mengoptimalkan pengelolaan kebersihan di kawasan pasar, melalui peningkatan peran petugas kebersihan.
Sebelumnya, sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi pasar yang dinilai semakin memburuk. Mulai dari saluran irigasi yang tersumbat, jalan becek dan kerap tergenang, hingga pengelolaan sampah yang menimbulkan bau tidak sedap.
Pedagang juga menilai proyek IPAL belum memberikan dampak signifikan bagi lingkungan pasar.
Menanggapi hal itu, Daniel menekankan pentingnya kerja sama semua pihak agar fasilitas yang telah dibangun dapat berfungsi optimal.
“Kalau ingin berfungsi maksimal, IPAL ini harus ada kerja sama dengan RPU,” tandasnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto