RADARSOLO.COM – Kerusakan serius terjadi di ruas Jalan Joko Tingkir. Hampir separuh jalan penghubung antara Kota Bengawan dan Kabupaten Sukoharjo ambrol. Kerusakan sendiri terjadi di sisi barat, tepat di atas saluran air. Tanah dibawah jalan juga terlihat longsor. Sebuah tiang utilitas bahkan terlihat miring dan sebagian sudah jatuh ke aliran sungai, dengan kabel masih menggantung.
Upaya pengamanan sementara sudah dilakukan dengan memasang water barrier dan garis pembatas. Sejumlah ban bekas juga diletakkan di sekitar lokasi sebagai penanda bahaya. Namun kondisi tersebut dinilai belum cukup, mengingat arus kendaraan di jalur tersebut tergolong padat.
Salah seorang warga sekitar, Sumarni, 45, yang sehari-hari berjualan gorengan di kawasan tersebut mengatakan, kerusakan jalan sudah terjadi cukup lama. Bahkan, menurutnya kondisi terus memburuk dari hari ke hari.
“Awalnya tidak separah sekarang. Tapi karena belum ada perbaikan, lama-lama makin ambrol. Sekarang sudah makan hampir setengah jalan,” ujarnya, Selasa (7/4).
Dia menuturkan, peristiwa ambrol pertama kali terjadi saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada sore hari. Saat itu terdengar suara keras yang sempat dikira hanya benda jatuh biasa.
“Saya kira cuma papan reklame yang roboh. Ternyata setelah dilihat, jalannya ikut ambrol. Kejadiannya cepat sekali,” katanya.
Sumarni juga mengungkapkan, sempat terjadi gangguan jaringan internet di sekitar lokasi karena salah satu tiang kabel ikut terdampak. Meski kini jaringan sudah kembali normal, kondisi jalan yang rusak masih menjadi kekhawatiran.
“Takutnya kalau dibiarkan, bisa tambah parah. Apalagi banyak kendaraan besar lewat sini,” imbuhnya.
Baca Juga: DPRD Jateng Matangkan Raperda Penyelenggaraan Standarisasi Jalan dan Garis Sempadan
Keluhan serupa disampaikan Budi Santoso, 52, seorang relawan pengatur lalu lintas di kawasan tersebut. Dia menyebut kerusakan jalan berdampak langsung terhadap kelancaran arus kendaraan, terutama sejak masa arus mudik Lebaran.
“Kalau pagi dan sore sering macet karena jalannya menyempit. Kendaraan besar juga tetap lewat, jadi harus ekstra hati-hati,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan penanganan segera agar tidak menimbulkan risiko lebih besar, baik bagi pengguna jalan maupun lingkungan sekitar.
“Harapannya segera diperbaiki total, jangan hanya ditutup sementara. Soalnya ini jalur ramai dan cukup vital,” tegasnya.
Warga menduga ambrolnya jalan berkaitan dengan kerusakan saluran air di bawahnya yang tidak mampu menahan beban. Terlebih, saluran tersebut tergolong baru dibangun dalam beberapa tahun terakhir. "Kalau salurannya dibuat dua atau tiga tahun kemarin," pungkas Budi. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy