RADARSOLO.COM — Munculnya wacana pemakzulan Presiden Prabowo memantik respons tegas dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Ia menilai ajakan tersebut tidak pada tempatnya, terutama di tengah situasi global yang tengah bergejolak.
Ditemui usai menghadiri rapat koordinasi penyusunan anggaran di Solo, Selasa (7/4), Luthfi mengingatkan bahwa dunia saat ini sedang berada dalam tekanan berat—mulai dari konflik geopolitik hingga ketidakpastian ekonomi global.
“Ajakan impeachment terhadap presiden itu tidak tepat. Kita sedang menghadapi tekanan global, jangan sampai kondisi dalam negeri ikut terpecah,” tegasnya.
Baca Juga: Darurat Sampah Solo! Pasar Tradisional Disorot, Pemkot Bidik Pengurangan 30–50 Persen
Menurutnya, dalam situasi seperti sekarang, stabilitas nasional menjadi faktor krusial yang harus dijaga bersama. Ia menilai, wacana politik yang berpotensi memecah belah justru bisa memperburuk posisi Indonesia di tengah dinamika global.
Luthfi juga menekankan bahwa kritik terhadap pemerintah tetap penting dalam demokrasi, namun harus disampaikan secara konstruktif dan berbasis data, bukan sekadar opini tanpa dasar.
Baca Juga: Link Pengumuman Kelulusan SPAN-PTKIN 2026 dan Cara Mudah Simpan PDF Hasil Seleksi untuk Daftar Ulang
“Silakan mengkritik, tapi harus konstruktif, punya alasan jelas dan data kuat. Jangan asal njeplak,” ujarnya.
Ia mengingatkan, kritik yang tidak terukur berisiko memicu kegaduhan dan memperkeruh suasana publik. Padahal, menurutnya, kekuatan utama Indonesia justru terletak pada persatuan dalam menghadapi tantangan global.
Dalam keterangannya, Luthfi juga menyinggung berbagai tekanan eksternal yang saat ini dihadapi dunia, mulai dari konflik di Timur Tengah hingga perang dagang antarnegara besar. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut Indonesia untuk bersikap lebih solid dan tidak terjebak dalam konflik internal.
“Kita tidak bisa melihat persoalan secara parsial. Harus holistik, integral, dan komprehensif,” katanya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa stabilitas politik dalam negeri berpengaruh langsung terhadap kepercayaan internasional, termasuk dalam menarik investasi dan memperkuat kerja sama global.
Presiden Prabowo Subianto, lanjutnya, membutuhkan dukungan stabilitas agar kebijakan nasional dapat berjalan optimal di tengah tekanan global.
“Persatuan dan kesatuan itu ‘nyawa’ kita. Jangan sampai kita terpecah justru di saat dunia sedang tidak baik-baik saja,” tandasnya. (atn)
Editor : Kabun Triyatno