RADARSOLO.COM — Aksi kekerasan bersenjata tajam di siang bolong mengguncang warga kawasan Semanggi, Solo. Pelaku dalam insiden duel parang itu kini dalam pengejaran aparat kepolisian.
Peristiwa terjadi di Jalan Sungai Serang I, tak jauh dari Pasar Klitikan Notoharjo, Selasa siang (7/4). Rekaman video berdurasi singkat yang beredar luas memperlihatkan dua pria terlibat duel sengit di tengah jalan, memicu kepanikan warga sekitar.
Dalam video tersebut, seorang pria berkaos hitam tampak emosi sambil mengacungkan parang dan berteriak. Di hadapannya, seorang pria paruh baya yang mengenakan kaos abu-abu bergaris terlihat tersungkur di aspal, namun tetap menggenggam senjata tajam. Keduanya bahkan sempat saling serang dalam jarak dekat, menjadikan jalanan publik sebagai arena perkelahian brutal.
Situasi mencekam itu berakhir ketika pria berkaos hitam melarikan diri menggunakan sepeda motor, membawa senjata tajam yang digunakan dalam aksi tersebut.
Kasatreskrim Polresta Solo AKP Derry Eko Setiawan, membenarkan kejadian tersebut dan memastikan kasus ini tengah ditangani serius.
“Korban berinisial UCI, sementara terduga pelaku berinisial A. Saat ini pelaku masih dalam pencarian,” ujarnya, Rabu (8/4).
Dari penyelidikan awal, insiden itu diduga dipicu konflik pribadi antara korban dan pelaku. Saat kejadian, korban yang merupakan pemilik toko di lokasi sedang berada di depan tempat usahanya sebelum tiba-tiba diserang.
“Pelaku datang dan tanpa banyak bicara langsung melakukan penganiayaan hingga korban mengalami luka,” jelasnya.
Polisi juga menduga sempat terjadi cekcok sebelumnya yang memicu aksi kekerasan tersebut. Namun, motif pasti masih terus didalami.
“Motif sementara karena persoalan pribadi, tapi masih kami dalami,” imbuh Derry.
Saat ini, aparat terus memburu pelaku yang kabur usai kejadian. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara video viral yang beredar menjadi salah satu bukti penting dalam proses penyelidikan.
Korban sendiri langsung dilarikan ke rumah sakit dan masih menjalani perawatan akibat luka yang diderita.
Polisi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta segera melapor jika mengetahui keberadaan pelaku.
“Kami harap masyarakat bisa membantu dengan memberikan informasi yang relevan,” tandasnya. (atn/bun)
Editor : Kabun Triyatno