RADARSOLO.COM – Kota Solo resmi "berpindah gigi" menuju gaya hidup ramah lingkungan. Per hari ini, Jumat (10/4), Pemerintah Kota Solo secara resmi mencanangkan gerakan Jumat Bersepeda atau Bike to Work. Tak sekadar seremoni di atas kertas, duet pimpinan kota, Wali Kota Respati Ardi dan Wakil Wali Kota Astrid Widayani, langsung turun ke jalan untuk memastikan gerakan ini berdampak nyata.
Wali Kota Respati Ardi mengawali rute gowesnya dari Loji Gandrung. Sambil mengayuh pedal, ia memanfaatkan momen ini untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pengerjaan jalan berlubang di ruas Jalan Piere Tendean, Banjarsari, sebelum berlanjut ke Kantor Inspektorat Solo.
Baca Juga: Solo Sabet Gelar Kota Termaju se-Indonesia, Singkirkan Jogja dan Semarang
"Saya mengimbau seluruh jajaran untuk hemat energi. Hari ini kita mulai dari diri sendiri, kita canangkan dengan bersepeda. Seluruh pegawai kami harapkan bisa menjadi pelopor gerakan ini," tegas Respati di sela kegiatannya.
Ketegasan pemkot ini diperkuat dengan terbitnya Surat Edaran Sekretaris Daerah No. 48/2026 per 9 April 2026. Aturan ini tidak hanya berisi imbauan kosong, namun mengatur teknis mobilitas aparatur sipil negara (ASN) Solo berdasarkan jarak tempuh:
Baca Juga: Manfaatkan Galon Bekas dan Aset Mangkrak, BUMDes Ketitang Klaten Sukses Budidaya Melon Premium
-
Jarak kurang dari 1,5 km ke kantor wajib jalan kaki.
-
Jarak kurang dari 10 km menggunakan sepeda atau sepeda listrik.
-
Jarak lebih dari 10 km disarankan menggunakan transportasi umum atau berbagi kendaraan (car sharing).
"Pelan-pelan kita ajak masyarakat luas. Jika memang jaraknya cukup jauh, silakan manfaatkan moda transportasi publik yang sudah terintegrasi di Solo," tambahnya.
Baca Juga: Investasi Emas Makin Mudah! Cicil Melalui Super App BRImo dan Dapatkan Bonus Cashback Menarik
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Astrid Widayani mengambil rute berbeda menuju ikon wisata kuliner, Pasar Gede. Sembari bersepeda, Astrid menyapa pedagang dan pembeli untuk membawa misi tambahan: kampanye pengurangan kantong plastik.
"Jumat Bersepeda ini adalah langkah nyata. Di pasar, kami tidak hanya bicara soal polusi udara dari kendaraan, tapi juga sekaligus mengampanyekan diet plastik kepada masyarakat," ujar Astrid.
Gerakan ini diharapkan tidak hanya menjadi tren sesaat, melainkan transformasi budaya transportasi di Solo demi menekan angka polusi dan menciptakan ekosistem kota yang lebih sehat. (ves)
Editor : Kabun Triyatno