Dharma Wanita Persatuan Institut Seni Indonesia Surakarta (DWP ISI SKA) menggelar Halalbihalal Idul Fitri 1447 H yang dirangkaikan peringatan Hari Kartini di Gedung Prabangkara Kampus 2 ISI Surakarta, Jumat (10/4/2026). (ISTIMEWA)RADARSOLO.COM–Dharma Wanita Persatuan Institut Seni Indonesia Surakarta (DWP ISI SKA) menggelar Halalbihalal Idul Fitri 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini.
Acara yang berlangsung di Gedung Prabangkara Kampus 2 ISI Surakarta ini mengusung tema “Harmoni Silaturahmi dan Semangat Kartini Dalam Balutan Seni Dan Budaya” dan dihadiri oleh segenap pengurus serta anggota DWP.
Rangkaian acara dibuka dengan khidmat melalui lantunan lagu Indonesia Raya, Mars DWP, serta lagu Ibu Kita Kartini.
Ketua panitia kegiatan Fauziah Latief Isa Ansari berterima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara tersebut.
"Kegiatan ini akan diisi tausiyah oleh Guru Besar Pascasarjana ISI Surakarta ibu Prof. Dr. Dra. Hj. Sunarmi, M.Hum yang membedah makna mendalam halalbihalal sebagai ajang saling memaafkan kesalahan antarsesama manusia," bebernya.
Baca Juga: Tebus Paket Sembako Cuma Rp 35 Ribu, Bazar Murah Dan UMKM DWP ISI Surakarta Diserbu
Sementara itu, Ketua DWP ISI Surakarta Resita Rika Aryani Bondet Wrahatnala menjelaskan, tema “Harmoni Silaturahmi dan Semangat Kartini dalam Balutan Seni dan Budaya” merupakan sebuah refleksi nilai yang sangat dalam.
“Halalbihalal adalah momentum untuk menyucikan hati, merajut kembali tali silaturahmi, serta memperkuat rasa persaudaraan di antara kita,” ujarnya.
“Sementara peringatan Hari Kartini mengingatkan kita akan semangat perjuangan, keberanian berpikir, dan keteguhan perempuan dalam membawa perubahan,” imbuh Resita.
Menurut ketua DWP ISI Surakarta, dalam konteks Dharma Wanita Persatuan, perempuan harus berperan sebagai subjek yang aktif dalam pembangunan karakter, budaya, dan nilai-nilai kehidupan, baik di lingkungan keluarga maupun institusi.
“Kita memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kebersamaan, keteladanan, dan kepekaan sosial. Semangat Kartini adalah semangat untuk terus belajar, berpikir maju, dan berkontribusi nyata,” terangnya.
Dukungan penuh juga datang dari Rektor ISI Surakarta sekaligus pembina DWP ISI Surakarta Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn.
Sambutan rektor ISI Surakarta yang dibacakan Wakil Rektor I Dr. Drs. Muh. Arif Jati Purnomo, M.Sn. menekankan bahwa momen Hari Kartini harus menjadi ruang refleksi terhadap kegigihan emansipasi wanita di masa lalu.
“Hari Kartini ini tidak hanya dapat diperingati dengan kemeriahan, tetapi Hari Kartini adalah momen refleksi kita, yaitu bagaimana kegigihan RA Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita pada zamannya,” tegasnya.
Baca Juga: Wujud Kepedulian Sosial, DWP ISI Surakarta Rutin Gelar Donor Darah Tiap Tiga Bulan
Terdapat tiga poin utama yang ditekankan rektor bagi anggota DWP ISI SKA.
Pertama, anggota DWP diminta menjadi penjaga harmoni dan ruang aman agar lingkungan kampus menjadi tempat yang kondusif.
Kedua, anggota DWP berperan sebagai pendamping hangat bagi civitas akademika serta pemberdaya seni dan budaya guna memperkuat ekonomi kreatif.
Ketiga, menjawab tantangan era digital, anggota DWP diharapkan menjadi Kartini modern yang cerdas dalam mengolah berita, menjaga sikap, dan terus berkarya demi kerukunan bersama.
Di tempat yang sama Guru Besar Pascasarjana ISI Surakarta Prof. Dr. Dra. Hj. Sunarmi, M.Hum dalam tausiyahnya mengatakan, kesadaran biruwalidain menjadi dasar perjuangan perempuan inspiratif.
Sebab itu, anggota Dharma Wanita hendaknya menjadi perempuan yang mampu berkolaborasi memelopori biruwalidain.
“Itu agar langkahnya sukses menggapai ridho Allah melalui ridho orang tua, suami untuk menjadi perempuan berdaya, mandiri, dan inspiratif. Turut berkiprah di masyarakat tanpa meninggalkan kodratnya sebagai perempuan yang mampu menjaga harta dan kehormatan suami maupun keluarga,” urainya.
Dalam konteks peringatan Hari Kartini, Sunarmi menyebut, Perjuangan R.A Kartini tidak cukup dikenang, tetapi harus diwujudkan melalui kiprah nyata.
Baca Juga: Wujud Kepedulian Sosial, DWP ISI Surakarta Rutin Gelar Donor Darah Tiap Tiga Bulan
“Dharma Wanita hendaknya mampu merajut silaturahmi sebagai nyala daya kekuatan menentang ketidaktahuan. Perempuan sebagai anggota Dharma Wanita harus kritis atas fenomena sosial agar bisa berkontribusi pada pendidikan minimal di keluarga dan lingkungan,” tuturnya.
Rangkaian acara ditutup dengan pemberian cinderamata oleh Ketua DWP ISI SKA kepada pemateri serta sesi foto bersama. (*)
Editor : Tri Wahyu Cahyono