RADARSOLO.COM – Sebanyak 80 CPNS 2025 Pemerintah Kota (Pemkot) Solo angkatan X dan XI menjalani penggemblengan mental dan fisik dalam Latihan Dasar (Latsar) di Pusdiktop (TNI AD) Solo. Masuk ke "kawah candradimuka" selama enam hari di asrama militer, para abdi negara muda ini dituntut untuk mengubah pola pikir dan siap bekerja sebagai satu kesatuan tim yang solid.
Kehadiran Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani pada Senin (13/4) memberikan suntikan motivasi bagi para peserta. Dalam arahannya, Astrid menegaskan bahwa CPNS yang didominasi generasi milenial dan Gen Z ini harus mampu bergerak lincah dan beradaptasi cepat dengan ritme pembangunan Kota Solo yang kian masif.
Baca Juga: Kronologi Lengkap Jerome Polin Kena Tipu hingga Rugi Rp38 Miliar dan Tutup Bisnis Menantea
“Kota Solo saat ini menjadi pusat berbagai kegiatan dan pembangunan nasional. Maka, sebagai CPNS, Anda harus segera beradaptasi di unit kerja masing-masing agar bisa langsung berkolaborasi dalam satu napas dengan Pemkot Solo,” tegas Astrid.
Astrid menekankan bahwa kecepatan adaptasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam meningkatkan mutu pelayanan publik. Ia menaruh harapan besar agar angkatan baru ini mampu mempertahankan, bahkan meningkatkan prestasi yang telah diraih Kota Solo.
Baca Juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini 13 April 2026: Anjlok Rp42.000, Ini Daftar Lengkap per Gram Terbaru
Tak hanya soal teknis, Astrid juga menyinggung soal integritas. Ia meminta para CPNS membuktikan kualitas mereka untuk meruntuhkan pandangan miring masyarakat terhadap birokrasi.
“Mari kita hilangkan stigma negatif bahwa ASN tidak bekerja maksimal. Sebaliknya, buktikan bahwa ASN Pemkot Solo mampu bekerja cepat, tepat, dan total dalam melayani masyarakat,” ucapnya lugas.
Sebagai informasi, Latsar CPNS 2025 ini diikuti oleh ratusan peserta yang terbagi dalam 14 angkatan. Setiap peserta wajib menjalani rangkaian pelatihan maraton selama 64 hari. Rangkaian ini meliputi pembelajaran mandiri, materi kelas, praktik lapangan, hingga implementasi proyek aktualisasi dan inovasi di unit kerja masing-masing.
Enam hari tinggal di asrama militer seperti di Pusdiktop menjadi fase krusial untuk membentuk kedisiplinan. Peserta tidak hanya dicekoki teori, tetapi dipaksa menerapkan nilai-nilai dasar ASN dalam praktik kerja nyata.
“Ini adalah gerbang wajib sebelum diangkat menjadi PNS. Tujuannya jelas, membentuk kompetensi dasar ASN yang berintegritas, profesional, dan sepenuhnya berorientasi pada pelayanan publik,” pungkas Wawali. (ves)
Editor : Kabun Triyatno