Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Arogansi di Jalan Djuanda: Tegur Mobil Lawan Arus, Pemuda Malah Dikeroyok Komplotan Mabuk

Antonius Christian • Senin, 13 April 2026 | 18:35 WIB
Ilustrasi AI Generated/Chat GPT
Ilustrasi AI Generated/Chat GPT

 

RADARSOLO.COM – Aksi pengeroyokan brutal di Jalan Djuanda, tepatnya di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Solo, Jumat (10/4) malam. Seorang pengendara motor menjadi bulan-bulanan sekelompok orang arogan hanya karena perkara teguran di jalan raya.

Korban diketahui bernama Raditya Abinawa, warga Pucangsawit, Jebres, Solo. Ia harus menderita luka memar di sekujur tubuh setelah dikeroyok komplotan yang turun dari sebuah mobil Toyota Innova hitam.

Wakasatreskrim Polresta Solo AKP Sudarmianto membeberkan kronologi insiden memilukan tersebut. Kejadian bermula saat korban yang tengah berkendara melihat sebuah mobil nekat melawan arus lalu lintas. Merasa hal itu membahayakan, korban pun melayangkan teguran.

Baca Juga: Ditemukan Sejauh 6 Km, Petani Wonosobo yang Tertimpa Longsor dan Terjatuh ke Sungai Berakhir Tragis

“Korban menegur pengendara mobil yang diduga melawan arus. Namun, teguran tersebut justru direspons dengan emosi oleh pihak pengendara mobil,” jelas AKP Sudarmianto, Senin (13/4).

Bukannya sadar akan kesalahan, sejumlah orang dari dalam mobil justru turun dan langsung mengepung korban. Berdasarkan kesaksian korban, pelaku berjumlah sekitar enam orang, terdiri dari empat laki-laki dan dua perempuan.

Baca Juga: Persis Nunggak Sewa Stadion hingga Rp2 Miliar, DPRD Kaget: Baru Ketahuan di Rapat

“Menurut keterangan korban, para pelaku yang turun dari mobil tersebut dalam kondisi dipengaruhi minuman keras (mabuk). Tanpa banyak bicara, mereka langsung melakukan penganiayaan secara bersama-sama,” ungkap Sudarmianto.

Tak berhenti di aksi pemukulan, para pelaku juga menunjukkan perilaku intimidatif dengan merusak barang milik korban. Kunci sepeda motor korban dirampas dan dibuang oleh pelaku agar korban tidak bisa kabur. Selain itu, ponsel milik korban juga dibanting hingga hancur.

Baca Juga: Yai Mim Sakit Apa? Dikabarkan Meninggal Dunia di Tengah Proses Penahanan Polresta Malang

Setelah puas melampiaskan aksi brutalnya, komplotan ini langsung tancap gas meninggalkan lokasi kejadian, meninggalkan korban yang kesakitan meminta bantuan warga sekitar.

Kasus ini kini menjadi atensi serius jajaran Satreskrim Polresta Solo. Polisi tengah bekerja keras mengidentifikasi kendaraan pelaku dan mengumpulkan bukti-bukti penguat di lapangan.

“Kami sudah mengantongi informasi awal bahwa kendaraan pelaku adalah Toyota Innova warna hitam. Saat ini nomor polisinya masih kami telusuri melalui pengecekan CCTV di sekitar lokasi kejadian,” tegasnya.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa dua orang saksi kunci. Sudarmianto memastikan penyidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap identitas para pelaku yang diduga kuat dalam kondisi mabuk saat kejadian. Beruntung, kondisi korban tidak mengalami luka berat dan saat ini hanya menjalani rawat jalan akibat luka memar yang dideritanya. (atn)

Editor : Kabun Triyatno
#pengeroyokan brutal #melawan arus #komplotan #arogan