Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Disentil Andre Rosiade Mirip Sawah, Pemkot Solo Bakal Bongkar Titik Pemicu Genangan di Stadion Manahan

Silvester Kurniawan • Selasa, 14 April 2026 | 14:02 WIB
Wali Kota Solo saat meninjau lapangan Stadion Manahan, Senin (13/4). (M Ihsan/Radar Solo)
Wali Kota Solo saat meninjau lapangan Stadion Manahan, Senin (13/4). (M Ihsan/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akhirnya buka suara terkait drama "lapangan sawah" yang terjadi di Stadion Manahan saat laga Persis Solo kontra Semen Padang, Minggu (12/4/2026). Menanggapi sorotan tajam publik dan kritik pedas dari berbagai pihak, Pemkot menjadwalkan perbaikan total lapangan rumput pada pertengahan tahun ini, tepat saat jeda musim kompetisi (off-season).

Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengakui adanya masalah serius pada daya serap air di lapangan kebanggaan warga Solo tersebut. Berdasarkan tinjauan lapangan pada Senin (13/4), genangan air yang menyebabkan pertandingan sempat tertunda bukan disebabkan oleh kerusakan drainase, melainkan karena faktor usia material di bawah rumput.

Baca Juga: Drainase Manahan Tergenang Air, Komisi IV DPRD Solo Desak Audit Total Anggaran Perawatan

“Sebetulnya bukan soal drainasenya, tetapi pasir di bawah lapangan ini memang perlu diperbarui. Karena faktor usia, pori-porinya sudah tertutup lumpur sehingga air tidak terserap dengan baik. Ini segera kita benahi setelah liga selesai,” tegas Respati, Selasa (14/4).

Kondisi memprihatinkan Manahan sebelumnya memicu kritik pedas dari Penasihat Tim Semen Padang FC, Andre Rosiade. Anggota DPR RI itu menyindir Stadion Manahan layaknya sawah, padahal telah menyerap anggaran renovasi super besar dari Kementerian PUPR beberapa tahun lalu.

Baca Juga: Kronologi Terungkapnya Pelecehan oleh 16 Mahasiswa FH UI di Grup Chat, Viral hingga Disidang Terbuka

Menanggapi hal itu, Respati menegaskan perbaikan teknis membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Proses ini tidak mungkin dilakukan di tengah jadwal padat Super League 2025/2026 karena akan mengganggu kalender pertandingan.

“Setelah Mei, tepatnya Juni-Juli-Agustus, akan ada penutupan sementara. Stadion harus steril supaya kualitasnya bagus lagi untuk event-event ke depan,” ucapnya.

Baca Juga: Siapa Mahasiswa FH UI Diduga Terseret Pelecehan di Grup WhatsApp? Ini Daftar Nama yang Beredar

Meski membutuhkan perbaikan, Pemkot Solo mengakui tidak akan melakukan pembongkaran total secara masif seperti di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) karena keterbatasan anggaran. Fokus perbaikan akan diarahkan pada titik-titik yang mengalami pemadatan parah.

Kabid Olahraga, Pendidikan, dan Sarana Prasarana Dispora Kota Solo, Syamsu Rohman, membeberkan bahwa persoalan ini sebenarnya sudah terdeteksi pasca Piala Dunia U-17 tahun 2023. Titik-titik seperti area pemanasan dan jalur yang sering dilewati pemain menjadi area paling parah yang tertutup lumpur.

“Kalau di GBK itu kan langsung dibongkar total dengan anggaran Rp 7 miliar. Nah, kalau kita nanti akan fokus di titik-titik tertentu yang terjadi pemadatan saja,” beber Syamsu.

Selain perbaikan lapangan, Pemkot juga akan melakukan sentuhan minor pada fasilitas penunjang seperti ruang ganti pemain. Selama masa perawatan nanti, seluruh kegiatan fun match atau sepak bola gembira akan dihentikan total untuk memastikan proses pemulihan rumput berjalan maksimal. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
#sorotan tajam #drainase #stadion manahan #lumpur #anggaran