RADARSOLO.COM – Hujan deras yang mengguyur Solo Raya pada Selasa malam (14/4/2026) menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Solo hingga Sukoharjo terdampak banjir.
Pada dini hari, warga dibuat panik. Ketinggian air yang terus meningkat memaksa sebagian warga menyelamatkan barang-barang berharga, bahkan mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Wati, warga Joyotakan RT 01 RW 02, Kota Solo, mengaku rumahnya turut menjadi korban banjir dengan ketinggian air yang cukup tinggi. Beruntung, rumahnya yang memiliki dua lantai membuat sebagian barang masih bisa diselamatkan.
Baca Juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini 15 April 2026 Naik Lagi Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Terbaru!
Wati menjelaskan, banjir sempat terjadi pada malam hari sebelum akhirnya surut. Namun, kondisi kembali memburuk pada pagi hari.
“Semalam sudah banjir, terus sudah surut. Eh, banjir datang lagi pagi ini. Pagi sekitar jam 7 itu airnya sudah datang dan terus bertambah (tinggi),” terangnya.
Baca Juga: Banjir Rendam 14 Desa di Sukoharjo, Ratusan Warga Diungsikan
Dia menduga, kenaikan debit air juga dipengaruhi oleh dibukanya pintu air di wilayah sekitar yang membuat aliran air semakin deras menuju permukiman warga.
“Kalau depan rumahku ya lumayan tinggi, jero banget itu,” ujarnya.
Baca Juga: Puluhan Sekolah di Sukoharjo Terdampak Banjir, KBM Diliburkan
Meski kondisi cukup mengkhawatirkan, Wati memilih tidak mengungsi dan tetap bertahan di rumah. Ia langsung mengamankan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi.
“Saya pilih tidak ngungsi, tetap di rumah. Ini barusan juga mengamankan barang-barang saya. Lantai bawah sudah tidak aman, kalau air naik lagi ya dinaikkan ke atas semua,” katanya.
Dia pun mengaku akan terus memantau kondisi lingkungan sekitar guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan . (hj/nik)
Editor : Niko auglandy