Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Air Tiba-tiba Naik, Warga Solo Panik! Wali Kota Solo Langsung Ambil Langkah Darurat: 9 Kelurahan Ikut Terdampak ‎ ‎

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Rabu, 15 April 2026 | 15:02 WIB
Wali Kota Solo Respati Ardi mengecek banjur du Joyotakan. (HERNINDYA JALU/RADAR SOLO)
Wali Kota Solo Respati Ardi mengecek banjur du Joyotakan. (HERNINDYA JALU/RADAR SOLO)


RADAR‎SOLO.COM – Wali Kota Solo Respati Ardi turun langsung meninjau lokasi banjir di wilayah Joyontakan, Kecamatan Serengan, Kota Solo, Rabu (15/4/2026). Titik terparah berada di RT 01/RW 02, dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa dan merendam sejumlah rumah warga.

‎Berdasarkan keterangan warga, banjir sempat surut pada malam hari. Namun, luapan anak Sungai Bengawan Solo kembali memicu genangan pada pagi hari setelah pintu air di kawasan Tanjung Anom tak mampu menahan debit air yang meningkat.

‎“Semalam sudah banjir lalu sempat surut. Pagi sekitar jam 10 air datang lagi. Karena pintu air di Tanjung Anom dibuka,” ujar Watik, salah satu warga terdampak.

Baca Juga: Prediksi Skor Arsenal vs Sporting CP di Liga Champions: Head to Head dan Prediksi Susunan Pemain

‎Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih bertahan di rumah. Sementara warga lanjut usia dan kelompok rentan diarahkan untuk mengungsi, salah satunya di Masjid An-Nikmah yang dijadikan titik penampungan sementara.

‎Salah satu pengungsi, Tumini, 70, mengaku dievakuasi sekitar pukul 12.00 menggunakan perahu karet oleh tim SAR. Ia menyebut air datang secara tiba-tiba sejak pagi dan langsung menggenangi rumahnya hingga cukup dalam.

‎“Sejak pagi tiba-tiba banjir sudah tinggi, seperti mengambang. Baru dievakuasi jam 12-an pakai perahu bersama anak saya. Barang-barang sebagian sudah diamankan di rumah,” ujarnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Bayern Munchen vs Real Madrid di Liga Champions: Lengkap Head to Head dan Prediksi Susunan Pemain

‎Usai meninjau lokasi dan memimpin rapat darurat, Respati menyampaikan bahwa terdapat sembilan kelurahan terdampak banjir yang kini menjadi fokus penanganan pemerintah kota.

‎“Jadi, hari ini kita analisa ada sembilan kelurahan terdampak yang perlu kita konsentrasikan. Kita canangkan gerakan Warga Solo Jilid 2, tahap survival atau bertahan,” ujar Respati pada wartawan, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga: Pesan Jokowi Usai Menang di PN Solo: Tetap Hati-hati, Jangan Terpancing Isu yang Menyesatkan 

‎Sebagai langkah awal, Pemkot menginstruksikan seluruh kelurahan untuk mendirikan dapur umum dan berkoordinasi dengan SPPG terdekat guna memastikan kebutuhan makanan warga terdampak terpenuhi.

‎Selain itu, aspek keamanan rumah dan barang milik warga yang ditinggalkan juga menjadi perhatian. Koordinasi dilakukan oleh perangkat kelurahan bersama pihak terkait untuk menjaga situasi tetap kondusif.

‎Respati menambahkan, berbagai upaya teknis juga telah dilakukan untuk mempercepat surutnya air. Dinas Pekerjaan Umum dan PDAM telah menurunkan pompa air, termasuk jet pump, di sejumlah titik genangan.

‎“Yang di pinggiran Bengawan ini menjadi konsentrasi kami. Kami juga memantau pintu air di Wonogiri dan Boyolali karena itu menjadi asal lonjakan arus air,” jelasnya.

Baca Juga: Solo Siaga Satu! Kali Jenes Meluap, Ratusan KK di Belasan Kelurahan Terendam Banjir dan Mulai Mengungsi

‎Untuk pengungsian, Pemkot telah menyiapkan berbagai titik, mulai dari sekolah dasar, kantor kelurahan, taman cerdas, hingga fasilitas milik pemerintah lainnya.

‎Terkait penyebab banjir, Respati menyebut ada dua faktor utama, yakni tingginya debit air dari wilayah hulu serta kondisi drainase di dalam kota yang belum optimal.

‎“Kalau saluran lancar dan tidak ada sampah, air cepat surut. Tapi kalau banyak kotoran dan masyarakat tidak peduli lingkungan, surutnya akan lama,” tegasnya.

Baca Juga: Belum Kebagian? Konser EXO Jakarta 2026 Tambah 1 Hari, Buruan Cek Link Tiket!

‎Ke depan, Pemkot berencana melakukan penindakan tegas terhadap pelanggaran lingkungan, termasuk persoalan drainase yang tersumbat dan kebiasaan membuang sampah sembarangan.

‎“Setelah musim hujan selesai, kita akan tindak tegas. Sungai dan selokan akan kita benahi bersama warga agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tandasnya.

‎Meski demikian, hingga saat ini Pemkot Surakarta belum menetapkan status bencana daerah. Pemerintah masih melakukan verifikasi dampak dan kondisi di lapangan sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.  (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
#Banjar #Respati