RADARSOLO.COM– Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jawa Tengah bagian selatan sejak Selasa (14/4/2026) hingga Rabu (15/4/2026) dini hari menyebabkan wilayah Solo Raya "dikepung" banjir.
Luapan sejumlah sungai besar, termasuk Sungai Bengawan Solo dan anak-anak sungainya, merendam ribuan rumah di Kota Solo, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Klaten, hingga menempatkan Sragen dalam status siaga.
Kondisi ini memaksa ratusan warga dievakuasi ke titik pengungsian.
Sementara sejumlah ruas jalan penghubung antarkabupaten lumpuh total akibat genangan air yang mencapai ketinggian dada orang dewasa.
Baca Juga: Sawah dan Jalan di Plupuh Sragen Ikut Terendam Luapan Bengawan Solo
Kota Solo: Banjir Susulan Kejutkan Warga Joyotakan
Kota Solo berada dalam status siaga penuh setelah luapan Sungai Kali Jenes merendam belasan kelurahan.
Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Pajang, Tipes, Joyosuran, Sangkrah, hingga Kedung Lumbu.
Di kawasan Joyotakan, warga sempat dikagetkan oleh banjir susulan.
Setelah sempat surut pada dini hari, air kembali naik drastis pada Rabu pagi sekitar pukul 10.00 WIB.
"Di depan rumah saya air mencapai sedada orang dewasa karena konturnya cekung," ujar Watik, warga setempat kepada Radarsolo.com.
BPBD Kota Solo telah menyalurkan ribuan paket makanan dan mendirikan posko pengungsian di Masjid Al-Furqon hingga Balai Warga.
Sukoharjo: 14 Desa Terendam, Akses Vital Terputus
Kabupaten Sukoharjo mencatatkan dampak yang cukup luas dengan 14 desa di empat kecamatan (Grogol, Baki, Gatak, dan Kartasura) terendam air.
Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, mengonfirmasi evakuasi besar-besaran terhadap lansia dan balita.
Akses jalan dari Balai Desa Cemani menuju arah PT Konimex tidak dapat dilalui.
Baca Juga: Kali Buntung Klaten Meluap, Rumah dan Jalur Alternatif Delanggu-Sukoharjo Terdampak Banjir
Selain itu, tujuh Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Grogol terpaksa diliburkan karena ruang kelas terendam air hingga ketinggian 60 cm, merusak fasilitas belajar mengajar.
Wonogiri dan Klaten: Sungai Wiroko dan Kali Buntung Meluap
Di Wonogiri, luapan Sungai Wiroko melumpuhkan jalur utama Tirtomoyo–Nguntoronadi.
Sedikitnya delapan rumah di Desa Sendangmulyo terendam.
Sementara di Klaten, luapan Kali Buntung merendam puluhan rumah di Desa Kingkang dan Desa Carikan.
Akses jalan penghubung Delanggu–Sukoharjo sempat mati total sebelum mulai surut pada Rabu pagi.
Karanganyar dan Sragen: Waspada Luapan Bengawan Solo
Kabupaten Karanganyar melaporkan dampak luapan di Desa Waru, Kebakkramat, di mana sejumlah rumah mengalami kerusakan berat.
Sementara itu, Sragen kini dalam kondisi "tenang namun mengancam".
BPBD Sragen menempatkan personel di titik rawan seperti Masaran dan Plupuh, mengantisipasi kiriman air dari hulu (Solo dan Wonogiri) yang mulai membuat debit Bengawan Solo di Desa Gawan menyentuh bibir sungai.
Air sempat meluap hingga merendam area persawahan dan akses jalan di Kecamatan Plupuh.
Namun, pada pukul 16.00 WIB dilaporkan air mulai berangsur surut.
Kondisi Banjir Solo Raya
- Kota Solo (Joyotakan, Pajang, Sangkrah): Air mencapai ketinggian dada orang dewasa di titik-titik cekung; posko pengungsian telah aktif sepenuhnya.
- Sukoharjo (Cemani, Manang, Gentan): Akses jalan utama lumpuh total; aktivitas belajar di 7 SD wilayah Grogol terpaksa diliburkan.
- Wonogiri (Jembatan Karangturi, Sendangmulyo): Jalur vital penghubung Tirtomoyo-Nguntoronadi sempat terputus akibat genangan.
- Klaten (Perbatasan Kingkang-Carikan): Kali Buntung meluap; permukiman warga terendam air setinggi lutut orang dewasa.
- Karanganyar (Kebakkramat, Waru): Sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat terjangan luapan sungai.
Imbauan Keamanan bagi Masyarakat
Otoritas daerah di seluruh Solo Raya mengimbau warga di sepanjang bantaran sungai untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD terus disiagakan untuk melakukan evakuasi mandiri jika debit air kembali melambung.
Bagi pengendara, disarankan menghindari jalur lintas selatan yang masih tergenang guna menghindari kendaraan mogok. (kwl/al/ves/atn/hj/rud/din/ria)
Editor : Syahaamah Fikria