Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Solo Dikepung Banjir: Warga Dievakuasi, Bantuan Darurat Dikerahkan

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Rabu, 15 April 2026 | 19:42 WIB
PASRAH: Warga Laweyan yang jadi korban banjir mengevakuasi anjing peliharaannya ke tempat aman. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
PASRAH: Warga Laweyan yang jadi korban banjir mengevakuasi anjing peliharaannya ke tempat aman. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Surakarta sejak Selasa (14/4/2026) malam hingga Rabu (15/4) dini hari menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Ratusan kepala keluarga (KK) terdampak dan sebagian warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang telah disiapkan pemerintah.

Wali Kota Solo Respati Ardi bersama Wakil Wali Kota Astrid Widayani langsung turun ke lapangan meninjau titik-titik banjir, termasuk di kawasan Laweyan dan Serengan.

“Saya memastikan kebutuhan warga yang terdampak terpenuhi dulu. Saya sudah meminta BPBD dan Dinas Sosial untuk segera memenuhi kebutuhan warga,” ujar Respati saat meninjau lokasi banjir.

Baca Juga: TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Garuda Penghubung Simo-Sambi di Kabupaten Boyolali

Respati juga mengunjungi lokasi pengungsian di Kelurahan Bumi, tepatnya di RT 03 RW 05. Di sana, dia berinteraksi langsung dengan warga yang rumahnya tergenang, sekaligus menyalurkan bantuan logistik seperti makanan, obat-obatan, pakaian, hingga perlengkapan tidur.

“Kami menyediakan makanan untuk warga yang dievakuasi, serta obat-obatan karena ada kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas yang harus diprioritaskan,” tambahnya.

Baca Juga: Wonogiri Borong Penghargaan di Top BUMD Awards 2026, Penyemangat Peningkatan Pelayanan ke Masyarakat

Sementara itu, wawali juga sempat melakukan pemantauan di wilayah terdampak lainnya, seperti Kelurahan Tipes dan Pajang. "Ada obat-obatan, makanan, matras (alat tidur, Red) termasuk kebutuhan pampers untuk balita dan lansia untuk warga terdampak," kata Astrid saat berbincang dengan warga.

Banjir ini dipicu oleh meluapnya Kali Jenes setelah hujan deras mengguyur wilayah Solo Raya dalam durasi panjang. Berdasarkan data BPBD, sedikitnya belasan kelurahan terdampak, di antaranya Pajang, Tipes, Joyosuran, Sangkrah, Bumi, Panularan, hingga Kedung Lumbu.

Banjir di Kelurahan Pajang misalnya, tercatat puluhan rumah terendam, di antaranya di RT 03 RW 04 sebanyak 15 KK dengan 13 rumah terdampak dan 34 jiwa. Sementara di RT 01 RW 14 mencapai 62 KK dengan 50 rumah terdampak. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah titik lain dengan skala berbeda. Di Kelurahan Joyosuran, banjir berdampak pada 117 KK di RT 01 RW 08.

Sedangkan di Kelurahan Tipes, genangan air meluas ke sejumlah RT dengan total puluhan KK terdampak, termasuk di RT 03 RW 13 sebanyak 38 KK dan RT 05 RW 11 sebanyak 40 KK. Wilayah lain yang terdampak cukup signifikan yakni Kelurahan Kedung Lumbu dengan ratusan KK terdampak di beberapa RT, serta Kelurahan Panularan yang mencatat hingga 90 KK terdampak di RT 04 RW 02. Selain merendam permukiman, banjir juga memaksa warga mengungsi ke sejumlah titik.

Tak hanya merendam permukiman, banjir juga memaksa warga mengungsi ke sejumlah titik seperti masjid, balai warga, hingga gedung sekolah. Di wilayah Joyontakan, ketinggian air bahkan mencapai pinggang orang dewasa. Beberapa lokasi pengungsiang antaranya Masjid Al-Furqon Panularan (11 jiwa), kawasan LDII Pajang (34 jiwa), Balai Warga Totosari (4 jiwa), hingga gedung TK di Kelurahan Bumi (30 jiwa).

Salah satu pengungsi di daerah Joyotakan, Tumini, 70, mengaku dievakuasi sekira pukul 12.00 menggunakan perahu karet oleh tim SAR. Dia menyebut air datang secara tiba-tiba sejak pagi dan langsung menggenangi rumahnya hingga cukup dalam.

“Sejak pagi tiba-tiba banjir sudah tinggi, seperti mengambang. Baru dievakuasi jam 12-an pakai perahu bersama anak saya. Barang-barang sebagian sudah diamankan di rumah,” ujarnya.

Baca Juga: Kamis Besok UTP Gelar Wisuda, Dorong Wisudawan Go Global lewat Program Magang Jepang

“Semalam sempat surut, tapi pagi air datang lagi karena pintu air di Tanjung Anom dibuka,” ujar Watik, salah satu warga terdampak.

Respati menjelaskan, selain tingginya debit air dari hulu, kondisi drainase yang belum optimal turut memperparah genangan. Pemerintah pun telah menurunkan pompa air, termasuk jet pump, untuk mempercepat surutnya banjir.

“Kami juga memantau pintu air di Wonogiri dan Boyolali karena itu menjadi sumber lonjakan debit air,” jelasnya.

Untuk penanganan darurat, aparat gabungan juga diterjunkan. Kapolresta Solo Catur Cahyono Wibowo menyebutkan, sebanyak 160 personel dikerahkan untuk membantu evakuasi warga, pengaturan lalu lintas, serta pengamanan wilayah terdampak.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan jika terjadi banjir susulan. (atn/ves/hj/nik)

Editor : Niko auglandy
#banjir #laweyan #Respati