RADARSOLO.COM – Banjir yang melanda Kelurahan Joyotakan masih menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo. Pasalnya, karakteristik genangan di wilayah tersebut berbeda dibandingkan daerah lain yang terdampak hujan deras sejak Selasa (14/4) malam hingga Rabu (15/4) dini hari.
Kepala BPBD Kota Surakarta, Ari Dwi Daryatmo, menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah terdampak kini telah berangsur surut. Sejumlah kelurahan seperti Pajang, Joyosuran, Tipes, Bumi, Panularan, Sondakan, Laweyan, Sangkrah, dan Kedung Lumbu dilaporkan mulai pulih sejak Rabu pagi hingga siang.
Namun, kondisi berbeda terjadi di Kelurahan Joyotakan. Genangan masih bertahan akibat meningkatnya tinggi muka air Sungai Bengawan Solo yang memicu munculnya genangan baru.
“Khusus di Kelurahan Joyotakan ini sedikit berbeda. Muncul genangan baru karena tinggi muka air Bengawan Solo meningkat. Kalau wilayah lain sudah surut sejak pagi hingga siang,” jelasnya, Rabu (15/4).
Baca Juga: Siang Panas, Malam Hujan Deras! Ini Penjelasan BMKG
Seiring surutnya banjir di sejumlah wilayah, sebagian warga yang sebelumnya mengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing. Meski demikian, pos pengungsian di Joyotakan masih disiagakan, salah satunya di Masjid Al-Hidayah.
BPBD memastikan bantuan logistik tetap mengalir bagi warga terdampak. Mulai dari kebutuhan makanan, perlengkapan kesehatan, hingga peralatan tidur masih terus didistribusikan, termasuk bantuan nasi bungkus dari pihak swasta.
Selain itu, dapur umum yang dikelola Dinas Sosial juga masih beroperasi di beberapa titik. Lokasinya berada di Kantor Dinas Sosial Kota Surakarta, Kelurahan Tipes, serta di Kelurahan Joyotakan yang hingga kini masih tergenang air setinggi mata kaki.
“Pendataan kebutuhan warga terdampak terus kami lakukan. Dapur umum juga masih disiagakan, termasuk di Joyotakan,” pungkasnya. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy