Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Air dari Sukoharjo Meluap, Solo–Solo Baru Sempat Lumpuh

Antonius Christian • Kamis, 16 April 2026 | 00:06 WIB
Banjir yang terjadi di Sukoharjo, Rabu (15/4/2026). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
Banjir yang terjadi di Sukoharjo, Rabu (15/4/2026). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Genangan air akibat luapan sungai yang berhulu dari wilayah Sukoharjo berdampak serius terhadap arus lalu lintas di Kota Solo, khususnya di kawasan Joyotakan hingga Simpang Dawung.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Solo, Andri Wahyudi, menjelaskan bahwa genangan dipicu oleh limpasan air dari aliran sungai yang melintasi kawasan Sukoharjo, mulai dari Makamhaji hingga Cemani, yang kemudian mengalir ke wilayah Joyotakan.

"Air dari sungai yang melintasi wilayah Sukoharjo, mulai dari Makamhaji sampai Cemani, berdampak ke Joyotakan. Sehingga muncul genangan cukup tinggi, terutama di sekitar Simpang Dawung ke arah selatan,” jelasnya.

Baca Juga: Cetak Gol Perdana Lawan Semen Padang, Miroslav Maricic Jadi Pembeda untuk Persis Solo

Kondisi tersebut sempat membuat arus lalu lintas dari Solo menuju Solo Baru maupun sebaliknya lumpuh total. Untuk mengurai kemacetan, petugas memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan pengalihan arus sejak Simpang Geblegan.

Kendaraan roda empat ke atas dialihkan melalui Simpang Empat Gading menuju Jalan Brigjen Sudiarto. Dari jalur tersebut, pengendara dapat melanjutkan perjalanan ke arah selatan menuju Solo Baru maupun Sukoharjo.

Selain itu, Dishub juga membuka sejumlah jalur alternatif guna mengurangi penumpukan kendaraan di satu titik. Arus lalu lintas dipecah ke beberapa ruas jalan agar distribusi kendaraan lebih merata.

“Supaya tidak menumpuk di satu titik, kami pecah arusnya ke beberapa jalur alternatif. Jadi masyarakat punya pilihan rute menuju selatan,” imbuhnya.

Baca Juga: Posisi Sulit, Damkar Solo Butuh Waktu 1 Jam untuk Evakuasi Anak yang Terjepit Eskalator Neo Solo Grand Mall

Sementara itu, Simpang Dawung untuk sementara ditutup total karena kondisi genangan dinilai membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua. Ketinggian air di kawasan Jalan Yos Sudarso dilaporkan cukup tinggi dan berisiko dilalui.

“Di Simpang Dawung kami tutup total. Ketinggian air di Jalan Yos Sudarso cukup tinggi dan berisiko bagi pengendara,” tegasnya.

Untuk kendaraan dari arah Solo Baru menuju pusat Kota Solo, pengalihan arus dilakukan melalui koordin

si dengan Dishub Sukoharjo. Kendaraan diarahkan melintas melalui Jalan Brigjen Sudiarto sejak kawasan perbatasan kota.

“Dari selatan kami arahkan lewat Brigjen Sudiarto. Memang ada penumpukan, tapi masih lebih aman dibanding memaksakan lewat jalur yang tergenang,” jelasnya.

Hingga saat ini, kondisi debit air belum menunjukkan penurunan signifikan. Bahkan, berdasarkan pantauan di lapangan, ketinggian air cenderung stagnan dan sempat mengalami kenaikan.

“Kondisi air masih bertahan, bahkan sempat naik sedikit. Jadi belum bisa dipastikan sampai kapan rekayasa lalu lintas ini diberlakukan. Kami sangat bergantung pada kondisi cuaca,” ujarnya.

Baca Juga: Pengembangan Teknologi AI Bermunculan, Krenova 2026 Penuh Ide Brilian

Dishub Solo juga terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), guna mempercepat penanganan genangan.

Masyarakat diimbau untuk menghindari jalur terdampak banjir, khususnya di kawasan Jalan Yos Sudarso dan akses menuju Solo Baru. Pengendara juga diminta mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

“Hindari kawasan banjir dan patuhi arahan petugas. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (atn/nik) 

Editor : Niko auglandy
#banjir