Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kemarau Datang Mei, BMKG: Solo Masih Berpotensi Diguyur Hujan

Silvester Kurniawan • Kamis, 16 April 2026 | 13:07 WIB
Warga Joyotakan kerja bakti membersihkan sisa-sisa banjir, Kamis kemarin (16/4/2026). (Arief Budiman/Radar Solo)
Warga Joyotakan kerja bakti membersihkan sisa-sisa banjir, Kamis kemarin (16/4/2026). (Arief Budiman/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM — Warga Solo Raya diminta tak lengah menghadapi musim kemarau tahun ini. Meski diprediksi lebih kering, hujan justru masih berpotensi turun—bahkan disertai cuaca ekstrem.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan wilayah Solo dan sekitarnya baru akan resmi memasuki musim kemarau pada Mei mendatang.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Giyarto, menegaskan pemahaman keliru soal kemarau masih sering terjadi di masyarakat.

Baca Juga: Kompor Dapur Umum Korban Banjir di Grogol Sukoharjo Meleduk, Tiga Relawan Terluka Ringan saat Siapkan 2.500 Porsi Makan

“Musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan. Tahun ini memang lebih kering, tapi hujan tetap bisa terjadi,” ujarnya, Kamis (16/4).

Kondisi ini berbeda dengan sejumlah wilayah lain di Jawa Tengah yang sudah lebih dulu masuk kemarau sejak pertengahan April.

Menurut BMKG, karakter geografis Solo Raya membuat pola cuaca cenderung dinamis. Artinya, hujan masih mungkin turun meski kalender sudah memasuki kemarau.

Baca Juga: Ruas Jalan Daleman-Karangdowo Klaten Terendam Banjir, Banyak Motor Mogok Akibat Terjang Genangan

Situasi ini berpotensi mengecoh masyarakat yang menganggap kemarau identik dengan cuaca sepenuhnya kering.

BMKG mengingatkan, masa peralihan (pancaroba) justru menjadi fase paling rawan. Sejumlah potensi bencana tetap harus diwaspadai, mulai dari puting beliung, hujan lebat disertai petir, hujan es, pohon tumbang, hingga banjir bandang

Seluruh wilayah Solo Raya—utara, selatan, timur, barat, hingga pusat kota—memiliki risiko yang sama.

banjirBaca Juga: Solo Dikepung Banjir: Warga Dievakuasi, Bantuan Darurat Dikerahkan

BMKG memastikan akan terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi, termasuk website dan koordinasi dengan petugas kebencanaan daerah.

Masyarakat diminta tidak hanya mengandalkan pola musim, tetapi aktif memantau perkembangan cuaca harian.

Fenomena kemarau yang tetap diwarnai hujan ini menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca semakin sulit diprediksi secara sederhana.

Alih-alih merasa aman, warga justru perlu meningkatkan kewaspadaan. Sebab dalam kondisi seperti ini, cuaca ekstrem bisa datang tiba-tiba—tanpa banyak tanda. (ves)

 
 
Editor : Kabun Triyatno
#BMKG #kemarau #pancaroba #hujan #cuaca ekstrem