RADARSOLO.COM – Banjir besar yang merendam pemukiman warga pada Selasa (14/4) hingga Rabu (15/4) kemarin menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Sebagai langkah konkret, Wali Kota Solo Respati Ardi menggagas program taludisasi atau pembangunan tebing sungai di sepanjang aliran Sungai Jenes guna meminimalisir luapan air ke rumah warga.
Ditemui di Balaikota Solo, Kamis (16/4) siang, Respati memastikan perbaikan infrastruktur ini akan segera dilaksanakan. Menurutnya, banyak titik di sepanjang Sungai Jenes yang belum tersentuh penguatan tebing, sehingga air mudah meluap saat hujan deras mengguyur.
Baca Juga: Wonogiri Masuki Masa Pancaroba, BPBD Ingatkan Ancaman Banjir dan Longsor yang Bisa Terjadi Tiba-tiba
"Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) bersama Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) sudah memaparkan persiapan pembangunan talud dan parapet di Sungai Jenes. Ini krusial agar luapan air bisa diantisipasi," tegas Respati.
Mengingat Sungai Jenes berfungsi sebagai batas wilayah, Pemkot Solo akan berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Kolaborasi ini dinilai penting karena dampak banjir dirasakan oleh warga di kedua wilayah tersebut secara bersamaan.
"Sungai Jenes ini perbatasan Solo dan Sukoharjo, serta bermuara ke Bengawan Solo. Kami ingin penanganan yang komprehensif, mulai dari pembangunan parapet hingga pengerukan sedimen sungai agar kapasitas tampungnya kembali optimal," lanjutnya.
Baca Juga: Detik-Detik Mobil Terbakar di Tawangsari Sukoharjo, Sopir Selamat Setelah Lompat
Selain fokus pada infrastruktur sungai besar, Respati juga menyoroti carut-marutnya sistem drainase dan sungai kecil yang terhambat oleh bangunan liar. Ia menegaskan tidak akan segan menindak tegas bangunan yang menyalahi aturan tata ruang.
"Tidak ada banjir yang terjadi tanpa campur tangan ketidaktertiban manusia. Kami mulai benahi drainase dan sungai kecil. Bangunan-bangunan yang berdiri di atas sungai dan menyalahi aturan sudah kami surati untuk ditertibkan," kata Respati dengan nada tegas.
Ia mengajak seluruh masyarakat Solo untuk lebih sadar akan lingkungan dan tidak mendirikan bangunan liar yang dapat menyumbat aliran air. Saat ini, fokus Pemkot selain perbaikan fisik adalah membantu proses pembersihan pasca-banjir di rumah warga.
"Sekarang waktunya bersih-bersih. Saya minta kesadaran masyarakat, mari kita pahami penyebab banjir bersama-sama dan jangan lagi ada bangunan liar," imbaunya.
Sebagai informasi, data BPBD Kota Solo mencatat sebanyak 1.058 KK terdampak banjir akibat hujan lebat yang terjadi tengah pekan ini. Kepala BPBD Kota Solo, Ari Dwi Daryatmo, mengonfirmasi bahwa mayoritas wilayah yang terendam merupakan pemukiman yang berada tepat di bantaran Sungai Jenes. (ves)
Editor : Kabun Triyatno