RADARSOLO.COM - Insiden kecelakaan kereta api kembali terjadi di wilayah Kota Solo.
Seorang pria tewas setelah tertabrak KA Barang Parcel Tengah 301 di petak jalur antara Stasiun Purwosari–Solo Balapan, Jumat (17/4) pukul 23.53 WIB.
Peristiwa nahas itu terjadi di bawah flyover Manahan, sisi utara kawasan Hotel Agas.
Kapolsek Banjarsari Kompol Harno mengungkapkan, kejadian bermula saat masinis kereta yang melaju dari arah timur ke barat melihat seorang pria berada di tengah rel.
Dalam kondisi tersebut, masinis tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan pengereman.
Baca Juga: Pekerja Bangunan di Solo Tewas Tersengat Listrik di Punggawan, Polisi Dalami SOP Proyek
"Masinis KA Barang Parcel Tengah 301 melaporkan kepada PPKA Stasiun Purwosari bahwa ada seseorang berdiri di tengah rel, tepatnya di bawah flyover Manahan. Karena jarak sudah terlalu dekat, kereta tidak bisa berhenti mendadak sehingga terjadi benturan,” terang Kompol Harno saat dikonfirmasi Sabtu (18/4).
Mendapat laporan tersebut, pihak stasiun langsung berkoordinasi dengan petugas terkait dan mengirimkan personel ke lokasi kejadian.
Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati korban dalam kondisi mengalami luka berat akibat tertabrak kereta.
Menurut Kompol Harno, saat ditemukan, korban tidak membawa identitas. Kondisi fisik korban juga menunjukkan tanda-tanda kurang terurus.
"Ciri-cirinya rambut gimbal atau tidak terawat, kondisi badan kotor, serta penampilan tidak terurus. Dari hasil pemeriksaan awal, kami menduga korban merupakan ODGJ,” jelasnya.
Polisi kemudian melakukan langkah-langkah penanganan di lokasi, termasuk mengamankan TKP serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Lebih lanjut, Kompol Harno menambahkan bahwa proses identifikasi korban dilakukan oleh Tim INAFIS Polresta Surakarta. Dari hasil pencocokan sidik jari, identitas korban akhirnya terungkap.
“Dari hasil identifikasi sidik jari oleh Tim INAFIS, korban terkonfirmasi bernama Sunendu, 54 tahun, warga Bedoyo Kulon, Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, DIY, yang berprofesi sebagai petani,” paparnya.
Meski identitas telah diketahui, pihak kepolisian masih mencari keberadaan keluarga korban.
Hingga saat ini, jenazah masih berada di RSUD Dr Moewardi Solo. “Jenazah sudah kami evakuasi ke RSUD Dr Moewardi. Sampai sekarang kami masih berupaya mencari alamat dan keberadaan pihak keluarga korban untuk proses lebih lanjut,” tegas Kompol Harno.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api demi menghindari kejadian serupa. (atn)
Editor : Nur Pramudito