RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo optimis kebijakan Jumat Bersepeda atau Bike to Work yang tengah digalakkan mampu menjadi daya tarik baru bagi sektor pariwisata Kota Bengawan. Aktivitas ini dipandang sebagai peluang emas untuk memperkuat citra Solo sebagai kota yang ramah lingkungan dan inklusif bagi pelancong.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, yang rutin menjalankan aktivitas ini dalam dua pekan terakhir, mengaku merasakan pengalaman berbeda saat membelah jalanan kota dengan kayuhan sepeda. Rute dari Loji Gandrung menuju Balai Kota Solo hingga peninjauan berbagai proyek di pelosok kota memberikan perspektif baru baginya.
Baca Juga: Stok Aman! Bulog Solo Distribusikan Minyakita ke 11 Pasar di Solo Raya, Pasar Legi Jadi Fokus Utama
Menurut Respati, infrastruktur aspal jalan yang mulus di berbagai ruas utama Solo sangat mendukung kenyamanan bersepeda. Selain menyehatkan jasmani, keefisienan membelah kepadatan lalu lintas dengan sepeda mampu memberikan sensasi relaksasi di tengah kesibukan dinas.
“Seharian beraktivitas dengan naik sepeda itu sangat seru. Saya semakin percaya diri dan yakin jika kita bersama-sama konsisten bersepeda, kita bisa mewujudkan Kota Solo menjadi destinasi yang semakin ramah wisatawan. Kebiasaan ini akan menjadi daya tarik wisata tersendiri,” ujar Respati, Minggu (19/4/2026).
Wali Kota mengapresiasi jajaran pemerintah kota dan elemen masyarakat yang antusias berpartisipasi dalam gerakan Solo Friday Ride. Selain sebagai upaya penghematan energi sesuai arahan pemerintah pusat, gerakan ini diharapkan menjadi gaya hidup (lifestyle) baru yang positif.
“Terima kasih kepada masyarakat yang sudah mengikuti aktivitas bersepeda di hari Jumat. Mari kita konsisten melakukannya karena manfaatnya sangat nyata bagi kesehatan dan lingkungan,” imbuhnya.
Baca Juga: Gaji ke-13 ASN 2026 Cair Tembus Berapa? Siap-siap Tunjangan hingga Puluhan Juta Masuk Rekening Juni
Di sisi lain, Pemkot Solo juga serius melakukan efisiensi energi secara menyeluruh. Selain kampanye bersepeda, penghematan dilakukan pada penggunaan listrik kantor serta pembatasan operasional kendaraan dinas. Sebagai solusinya, pemanfaatan transportasi publik akan terus dimaksimalkan.
“Kami mulai mengurangi penggunaan alat-alat listrik setiap hari, dampaknya diperkirakan akan terasa signifikan dalam tiga bulan ke depan. Terkait transportasi publik, saat ini kami sedang mengajukan permohonan ke pemerintah pusat untuk peremajaan armada agar masyarakat semakin nyaman beralih dari kendaraan pribadi,” pungkas Respati. (ves)
Editor : Kabun Triyatno