Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Laka KA Batara Kresna di Rel Bengkong Solo Berakhir Damai, Polresta: Korban Kurang Fokus karena Mengobrol

Antonius Christian • Senin, 20 April 2026 | 15:03 WIB
Korban tertemper KA Batara Kresna berdamai dengan PT KAI. (A Christian/Radar Solo)
Korban tertemper KA Batara Kresna berdamai dengan PT KAI. (A Christian/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Polresta Solo akhirnya mengungkap penyebab kecelakaan yang melibatkan KA 513 Batara Kresna relasi Wonogiri–Purwosari dengan sebuah sepeda motor di kawasan Rel Bengkong, jalur Purwosari–Solo Kota. Dua korban perempuan dalam insiden tersebut diduga kuat kehilangan konsentrasi saat berkendara.

Kasubnit II Gakkum Satlantas Polresta Solo Iptu Yuli Nurus Yani menjelaskan bahwa kedua korban merupakan warga Brengosan, Purwosari. Pengendara berinisial TW (43) dan pembonceng berinisial S (49) saat itu melaju dari arah timur ke barat.

Baca Juga: KA Batara Kresna Hantam Motor di Rel Jalan Slamet Riyadi Solo, Pengendara Dilarikan ke Rumah Sakit

“Sepeda motor berjalan searah dengan datangnya kereta api. Berdasarkan hasil pemeriksaan, keduanya diduga kurang fokus karena sedang mengobrol saat berkendara,” terang Iptu Yuli mewakili Kanit Gakkum Iptu Vebby Laveri, Senin (20/4).

Akibat benturan tersebut, kedua korban sempat terlempar dari kendaraan. Namun, Iptu Yuli memastikan luka yang dialami kategori ringan dan tidak membahayakan nyawa. Setelah mendapatkan perawatan medis di RS Kasih Ibu Solo, keduanya telah diperbolehkan pulang.

Baca Juga: Apa Tugas & Tanggung Jawab Manajer Koperasi Desa Merah Putih? Cek Rekrutmen dan Pendaftaran via Link phtc.panselnas.go.id

Pihak kepolisian juga telah mendatangi kediaman korban untuk pendataan lanjutan serta memfasilitasi koordinasi dengan PT KAI Daop 6 Yogyakarta.

“Kami telah mempertemukan kedua belah pihak untuk mediasi. Hasilnya, disepakati penyelesaian secara kekeluargaan mengingat luka yang dialami tidak parah dan kedua pihak menyadari situasi tersebut,” jelas Yuli.

Dalam kesepakatan tersebut, kerugian materiil, termasuk biaya perbaikan sepeda motor, ditanggung oleh masing-masing pihak. Sepeda motor korban yang sempat diamankan akan segera dikembalikan setelah seluruh proses administrasi rampung.

Baca Juga: Bangun Tidur Dengar Suara Tangisan, Ternyata Ada Bayi Perempuan Dibuang Di Depan Rumah Warga Nguter Sukoharjo

Iptu Yuli menegaskan bahwa insiden ini murni disebabkan oleh faktor kelalaian manusia (human error). Ia mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin saat berkendara, terutama di area yang bersinggungan dengan jalur kereta api aktif seperti Jalan Slamet Riyadi.

“Ini menjadi pelajaran penting. Kami minta masyarakat tidak menggunakan ponsel atau mengobrol berlebihan saat berkendara karena dapat memecah fokus. Gangguan konsentrasi sekecil apa pun bisa berakibat fatal,” tegasnya.

Pihak kepolisian juga mengingatkan pengguna jalan untuk selalu memprioritaskan perjalanan kereta api dan mematuhi rambu-rambu yang ada di perlintasan sebidang. “Pastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas. Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali demi keselamatan bersama,” pungkasnya. (atn)

Editor : Kabun Triyatno
#kelalaian manusia #sepeda motor #insiden #batara kresna