Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kartini Masa Kini: Profil Venessa Winastesia, Istri Wali Kota Solo Respati Ardi, Sosok Introvert Yang Ikhlas Mengabdi Untuk Masyarakat

Alfida Nurcholisah • Selasa, 21 April 2026 | 15:08 WIB
Venessa Winastesia, istri Wali Kota solo Respati Ardi sekaligus Ketua TP PKK Kota Solo. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
Venessa Winastesia, istri Wali Kota solo Respati Ardi sekaligus Ketua TP PKK Kota Solo. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Sebagai istri Wali Kota Solo Respati Achmad Ardianto, Venessa Winastesia, S.E., MBA., harus mencurahkan jiwa dan raganya untuk kepentingan masyarakat.

Apalagi setelah didapuk menjadi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), KetuaPembina Posyandu, Ketua Dekranasda, serta Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kota Surakarta.

Kehidupan tenang Venessa Winastesia sebagai ibu rumah tangga mendadak berubah, ketika suatu malam ia menerima telepon dari suaminya, Respati Ardi yang saat itu sedang berada di Jakarta.

Ia mendapat kabar jika suaminya harus maju sebagai calon wali kota Solo dalam Pemilu 2024.

“Itu titik balik. Saya merasa hidup berubah 180 derajat, ketika malam itu Mas Respati mengabarkan harus maju jadi wali kota,” ungkap Venessa kepada Jawa Pos Radar Solo di Loji Gandrung, Kamis (16/4).

Baca Juga: Hari Kartini, Farida Rober Christanto Ajak Perempuan di Karanganyar Mandiri dan Mengabdi Sepenuh Hati

Perubahan tersebut tak hanya menggeser rencana hidup, tetapi juga menuntutnya adaptasi dengan berbagai peran baru. Dari seorang ibu rumah tangga yang terbiasa mengurus anak dan rumah, hingga mengelola usaha batik Puspa Wijaya sejak 2013, ia harus mulai membuka diri terhadap ruang publik.

“Saya ini sebenarnya introvert. Lingkup pertemanan saya kecil. Hanya lima sampai sepuluh orang. Tiba-tiba harus belajar bersosialisasi dan berbicara di depan banyak orang. Itu tantangan besar bagi saya,” imbuhnya.

Selama proses itu, Venessa menyadari kehidupan yang dijalaninya tak lagi sepenuhnya milik pribadi. Ia mulai membagi waktunya untuk masyarakat, sekaligus menanamkan pemahaman kepada anak-anaknya tentang perubahan yang terjadi dalam keluarga.

“Secara pribadi saya tidak ingin ada yang berubah dari diri saya. Kecuali kesibukan,” hematnya.

Baginya, persoalan sehari-hari tetap sama seperti ibu-ibu lainnya. Mengurus anak, genting bocor, pompa air mati, hingga susahnya membujuk anak untuk belajar atau sekadar makan.

Venessa juga memaknai peran barunya sebagai Ketua TP PKK, Ketua Tim Pembina Posyandu, Ketua Dekranasda, Bunda PAUD dan Bunda Literasi sebagai amanah yang harus dijalankan dengan keikhlasan. 

“Apa yang saya lakukan ini bukan karena jabatan. Tapi harus benar-benar ikhlas dan bermanfaat,” ujarnya.

Bahkan, Venessa dan suaminya melihat perjalanan ini sebagai bagian dari ujian hidup, sekaligus ladang amal.

“Prinsipnya ketika kita bisa membantu orang lain, itu menjadi amal jariyah,” bebernya.

Perlahan, Venessa belajar keluar dari zona nyamannya. Ia mulai memahami dinamika sosial, mengenal lebih banyak orang, serta berperan dalam mendukung perempuan lain. Baginya, setiap perubahan adalah bagian dari proses belajar.

Bunda Literasi Kota Solo Venessa Winastesia membersamai anak-anak membaca koleksi buku Bemo Pustaka. (DOK. PRIBADI)
Bunda Literasi Kota Solo Venessa Winastesia membersamai anak-anak membaca koleksi buku Bemo Pustaka. (DOK. PRIBADI)

“Hidup itu pembelajaran. Ketika saya harus menjadi seseorang yang berbeda dari diri saya sebelumnya yang introvert, di situlah saya belajar banyak hal baru,” tuturnya.

Baca Juga: Linda Sudeni Sigit Pamungkas, Merawat Napas Kartini lewat Pemberdayaan Perempuan

Di sisi lain, pendidikan menurut Venessa sangat penting. Menetap di Solo sejak usia 11 tahun, ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menekankan pentingnya prestasi akademis.

Meski begitu, Venessa mengaku tidak pernah merasa menjadi sosok yang menonjol. Baginya, yang terpenting tidak tinggal kelas dan mampu bertahan di posisi sepuluh besar.

“Di keluarga saya, kalau anak berprestasi, pasti selalu mendapat apresiasi,” ujar perempuan kelahiran Jogja, 11 Februari 1986 ini.

Sementara itu, Venessa mengenal Respati Ardi sejak masih duduk di bangku SMA. Saat itu keduanya sekolah di tempat yang sama.

Namun, kedekatan mereka baru terjalin setelah menyelesaikan pendidikan sarjana. 

Usai meraih gelar S1 Manajemen di Universitas Sebelas Maret (UNS) pada 2008, Venessa melanjutkan studi Magister Manajemen di Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogja. Masa kuliah S2 inilah momen awal perjalanan asmara Venessa dan Respati.

“Kami berangkat kuliah bareng, pulangnya juga bareng,” kenang Venessa.

MEMBANGUN KOTA SOLO DARI AKAR RUMPUT

Menjabat sebagai Ketua TP PKK, Ketua Tim Pembina Posyandu, Ketua Dekranasda, Bunda Literasi, dan Bunda PAUD Kota Surakarta, hari-hari Venessa Winastesia diisi dengan beragam agenda. Berpindah dari satu peran ke peran lain, lokasi satu ke lokasi lain, hampir tanpa jeda.

“Dari semua rutinitas, hampir semuanya saya nikmati. Karena di setiap peran yang ditugaskan, saya menemukan kenyamanan di dalamnya,” ucap Venessa.

Pengalaman paling membekas, justru datang saat terjun langsung ke lapangan. Dari kunjungan ke rumah warga, Venessa melihat wajah lain Kota Bengawan. Beragam persoalan muncul seputar sanitasi yang belum layak, lingkungan rawan, hingga keluarga yang hidup dalam keterbatasan.

“Saya melihat sisi lain Kota Solo yang memang masih butuh perhatian khusus,” hematnya.

Pada salah satu kunjungannya, Venessa menemukan seorang anak terpapar penyakit tuberkulosis (TBC). Setelah ditelusuri, satu keluarga mengidap penyakit yang sama.

“Saya pikir hal ini terjadi karena lingkungan rumah dengan sanitasi yang jauh dari kata layak. Kebersihan sekitar kurang terjaga, hingga abai terhadap kesehatan keluarga,” ujarnya.

Bagi Venessa, temuan di lapangan tersebut bukan sekadar data. Melainkan pengingat, bahwa kualitas kota masih butuh pembenahan. Terutama dari sektor terkecil di lingkup keluarga.

“Saya sangat berharap mereka bisa dibantu oleh dinas kesehatan atau yang berwenang. Setidaknya anak tersebut masih bisa menikmati hari-hari seperti anak seusianya, dengan lingkungan dan kesehatan yang lebih baik,” harapnya.

Dari sini Venessa meyakini, perempuan memiliki peran penting dalam menjaga denyut nadi kawasan perkotaan. Seperti halnya program yang sedang ia galakkan, berupa pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

“Harus mulai dari hal terkecil di sektor domestik. Di rumah tangga. Bagaimana cara memilah sampah yang benar. Dengan ini, kita bisa memanfaatkannya menjadi nilai ekonomis dan berdampak positif bagi lingkungan,” papar Venessa.

Langkah sederhana ini perlahan mendapat respon positif dari masyarakat. Kesadaran warga mulai tumbuh. Meski harus disadari, perubahan tidak bisa terjadi secara instan.

Di sisi lain, perempuan juga berperan untuk memastikan kualitas generasi mendatang. Salah satunya melalui keterlibatan PKK dalam pengawasan program makan bergizi gratis (MBG).

Ketua TP PKK Kota Solo Venessa Winastesia memantau posyandu RW 20 Kelurahan/Kecamatan Jebres. (DOK. PRIBADI)
Ketua TP PKK Kota Solo Venessa Winastesia memantau posyandu RW 20 Kelurahan/Kecamatan Jebres. (DOK. PRIBADI)

“Kita pastikan makanan yang dikonsumsi anak-anak sesuai dengan yang diharapkan. Baik dari nilai gizi, kebersihan, dan kelayakannya,” bebernya.

Di tengah aktivitas yang padat, Vanessa tidak menampik rasa lelah yang mendera. Bukan hanya lelah secara fisik, tetapi juga pikiran. Terutama ketika hasil di lapangan belum sesuai rencana.

“Paling terasa itu ketika malam hari. Capeknya bukan hanya fisik saja, tetapi sampai pikiran. Karena apa? Yang diharapkan tidak sesuai realitas di lapangan,” ujarnya.

Di saat itulah, Venessa memilih berhenti sejenak. Memberi ruang bagi diri sendiri untuk me time. 

“Biasanya saya perlu waktu setengah hari untuk me time. Melakukan hal-hal yang bikin relaks. Bisa lari, yoga, atau menyendiri di rumah. Dengan begitu saya bisa kembali full energi untuk mengurangi permasalahan yang ada,” bebernya. (al/fer)

 

Editor : fery ardi susanto
#venessa winastesia #profil venessa respati ardi #istri respati ardi wali kota solo #ketaua tp pkk kota solo #solo