RADARSOLO.COM — Upaya menjaga kebersihan dan kelestarian sungai terus digencarkan di Kota Solo. Salah satunya melalui aksi penuangan eco enzyme di Kali Pepe yang melibatkan berbagai komunitas lingkungan bersama Lions Club International dalam gerakan serentak berskala global, Kamis (23/4).
Kegiatan yang merupakan bagian dari kampanye Lions Clubs International Environmental Service ini berfokus pada peningkatan kualitas ekosistem air. Aksi ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menjadi sarana edukasi langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.
"Kami mengapresiasi Lions Club International. Kolaborasi lintas komunitas seperti ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan. Namun, keterlibatan aktif masyarakat tetap menjadi kunci utama perubahan yang berkelanjutan," ucap Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani.
Baca Juga: Respons Temuan DPRD, Wali Kota Solo Bakal Terjunkan 10 Juru Sita Bapenda untuk Tertibkan Pajak Kafe
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota bersama komunitas terkait meninjau aliran Kali Pepe di kawasan Jembatan Pasar Gede. Mereka menuangkan cairan eco enzyme yang merupakan hasil fermentasi limbah organik, seperti kulit buah dan sisa sayuran.
Cairan ini diyakini mampu memperbaiki kualitas air secara alami dan meminimalisir dampak buruk polusi sungai terhadap kualitas air tanah warga. Selain sebagai pemurni air, inovasi ini menjadi solusi nyata dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.
"Gerakan ini menunjukkan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah. Kolaborasi ini harus terus diperkuat," imbuh Astrid.
Pemerintah Kota Solo menilai inovasi sederhana ini memiliki potensi besar jika diterapkan secara luas. Terlebih, data menunjukkan bahwa komposisi sampah di Solo didominasi oleh sampah organik yang mencapai sekitar 70 persen dari total timbulan sampah harian.
Baca Juga: PPIH Embarkasi Solo: Powerbank Masih Jadi Barang Larangan Paling Banyak Ditemukan di Koper Jemaah
Masyarakat pun didorong untuk mulai memilah dan mengolah sampah sejak dari dapur. Langkah kecil tersebut dinilai mampu memberikan dampak besar bagi ekosistem kota jika dilakukan secara konsisten dan masif.
"Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo terus kami dorong untuk memperluas sosialisasi dan pendampingan terkait pengolahan sampah organik, termasuk pembuatan eco enzyme. Harapannya, kesadaran publik terhadap kebersihan sungai semakin meningkat dan kualitas lingkungan kita semakin terjaga," pungkas Wawali. (ves)
Editor : Tri Wahyu Cahyono