RADARSOLO.COM – Kota Solo kembali tidak masuk dalam jajaran 10 besar kota paling toleran di Indonesia versi Setara Institute tahun 2025. Menanggapi hasil tersebut, Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan komitmennya untuk terus membenahi iklim kerukunan di Kota Bengawan.
Berdasarkan laporan Indeks Kota Toleran (IKT) terbaru, posisi 10 besar diisi oleh Kota Salatiga, Singkawang, Semarang, Pematangsiantar, Bekasi, Sukabumi, Magelang, Kediri, Tegal, dan Ambon. Kota Solo sendiri bertengger di urutan ke-12 dengan kategori "Zona Mapan".
Baca Juga: Diduga Terpengaruh 'Pil Sapi', Pria di Solo Lecehkan Perempuan di Taman Wisata Dihakimi Massa
"Toleransi dan ketertiban di Solo itu harga mati. Kami berupaya merapikan semuanya. Untuk Setara Institute, terima kasih, ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan toleransi," ujar Respati, Kamis (23/4/2026).
Sejauh ini, Pemkot Solo terus berupaya menjamin kebebasan beribadah dan memberikan ruang bagi semua kelompok untuk mengekspresikan diri, baik dalam aspek keagamaan maupun kebudayaan. Langkah konkret yang diambil di antaranya adalah menelurkan regulasi baru dan memperkuat peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota solo.
Baca Juga: Respons Temuan DPRD, Wali Kota Solo Bakal Terjunkan 10 Juru Sita Bapenda untuk Tertibkan Pajak Kafe
"Kami akan berbenah supaya tahun depan mendapatkan hasil yang lebih baik dari Setara Institute," lanjutnya.
Sebagai informasi, Solo terakhir kali menduduki peringkat 10 besar kota toleran pada tahun 2021. Sejak saat itu, Solo belum berhasil menembus jajaran elit tersebut meskipun tren kerukunan di masyarakat dinilai tetap stabil.
Respati mencatat bahwa berbagai event keagamaan telah berjalan dengan sangat baik dan inklusif. Salah satu capaian baru tahun ini adalah terselenggaranya open house paskah yang menunjukkan semangat keterbukaan.
"Kekurangannya saya rasa dari sisi internal. Masih ada beberapa kelengkapan administratif atau indikator teknis yang harus kami koreksi dan lengkapi," ungkap Wali Kota.
Pemkot Solo tetap optimis bahwa dengan evaluasi yang tepat dan penguatan semangat toleransi baik di lingkungan birokrasi maupun masyarakat, Solo dapat segera kembali menduduki posisi 10 besar kota tertoleran di Indonesia pada masa mendatang. (ves)
Editor : Tri Wahyu Cahyono