Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Harga Aspal Melonjak 40 Persen, DPUPR Solo Hitung Ulang Anggaran Proyek Jalan

Silvester Kurniawan • Jumat, 24 April 2026 | 12:50 WIB
Perbaikan jalan di Mangkunegaran, Solo. (M. Ihsan/Radar Solo)
Perbaikan jalan di Mangkunegaran, Solo. (M. Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Lonjakan harga aspal yang terjadi sejak April 2026 mulai berdampak pada pelaksanaan sejumlah proyek perbaikan jalan di Kota Solo. Menyikapi hal tersebut, Wali Kota Solo Respati Ardi memastikan pihaknya akan melakukan penyesuaian anggaran agar proyek infrastruktur tetap terlaksana tepat waktu tahun ini.

Ditemui di Balai Kota Solo, Respati membenarkan adanya tren kenaikan harga aspal yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan berkisar 20 hingga 40 persen tersebut dipicu oleh lonjakan harga bahan bakar non-subsidi (solar industri) yang digunakan pada Asphalt Mixing Plant (AMP) serta dampak situasi global.

Baca Juga: Melamun Saat Berkendara? Waspada Bahaya Tunnel Vision yang Mengintai, Ini Tips Ampuh Biar Tetap Fokus dan Selamat

“Bukan naik, tapi ganti harga. Ya, sampai 40 persen, makanya ganti harga,” gurau Respati menyikapi situasi tersebut, Jumat (24/4).

Pemkot Solo akan melakukan penyesuaian teknis untuk memastikan proyek jalan tetap berlangsung sesuai perencanaan awal. Fokus utama akan diarahkan pada ruas jalan dengan tingkat kerusakan paling parah dan kawasan strategis di wilayah utara.

“Prioritasnya itu yang paling rusak dulu dan yang ada di Solo utara. Jadi seperti Jalan Kolonel Sugiyono akan kita kerjakan lebih dulu karena sudah dinanti-nanti masyarakat. Sementara untuk Jalan Piere Tendean nantinya dikerjakan oleh pemerintah pusat,” jelas Wali Kota.

Baca Juga: Tuntutan 8 Tahun Penjara Kasus Chromebook Lotim Dinilai "Prematur", Penasihat Hukum: Negara Malah Untung Rp 1,8 Miliar!

Data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo menyebutkan, sedikitnya ada empat paket pekerjaan jalan yang terdampak lonjakan harga ini, baik yang sudah masuk proses lelang maupun yang baru akan dilelang. Ruas tersebut meliputi Jalan Kolonel Sugiyono, Jalan Prof. Dr. Soeharso, kawasan Jalan Dr. Moewardi, hingga area di dalam Taman Sriwedari.

Kepala DPUPR Kota Solo Nur Basuki menjelaskan bahwa tren kenaikan harga mulai meroket tajam pasca 18 April lalu.

“Awalnya naik sekitar 5 persen, tetapi setelah 18 April kemarin melonjak hingga 40 persen. Untuk pekerjaan yang belum dilelang, kami akan menunggu pembuatan harga baru (HPS). Namun, untuk kegiatan 'Sapu Lubang' atau perawatan jalan berlubang tetap terus berjalan, saat ini sudah 60 persen dilaksanakan,” terang Nur Basuki.

Baca Juga: El Nino Godzilla Picu Kekeringan Ekstrem, Sukoharjo Diguyur Bantuan Irigasi Dan Alsintan

Pemkot Solo optimistis, meskipun terjadi kendala pada fluktuasi harga material, seluruh komitmen pembangunan infrastruktur jalan tahun 2026 akan diselesaikan sesuai target guna menjaga kenyamanan mobilitas masyarakat. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
#harga aspal #perawatan jalan #Wali Kota Solo Respati Ardi #proyek infrastruktur