Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Balada Temon Dan Sipon: Pekerjaan Numpuk Picu Streess, Istri Jadi Pelampiasan Emosi

Antonius Christian • Jumat, 24 April 2026 | 15:20 WIB
Perdebatan rumah tangga Temon dan Sipon. (Grafis: Ireck Oktavianto)
Perdebatan rumah tangga Temon dan Sipon. (Grafis: Ireck Oktavianto)

RADARSOLO.COM - Rumah harusnya menjadi tempat untuk istiorahat dan melepas kepenatan usai sibuk bekerja.

Namun, tidak dengan Temon. Rumah dan istrinya, Sipon malah jadi ajang pelampiasan emosi karena beban pekerjaan menumpuk.

Rumah tangga pasangan Temon dan Sipon, warga Kecamatan Jebres, Solo resmi berakhir. Majelis hakim Pengadilan Agama (PA) Solo kabulkan gugatan cerai Sipon.

Retaknya hubungan keduanya dipicu tekanan pekerjaan Temon, yang kerap terbawa hingga ke dalam kehidupan rumah tangga.

Ditemui usai sidang, Temon mengakui sering kalap. Tidak bisa memisahkan urusan kerja dengan kehidupan pribadi. Beban kerja tinggi bikin mudah emosi.

Baca Juga: Jejak Sejarah Makam Nyi Ageng Karang di Karanganyar: Jadi Jujugan Ziarah Pejabat

“Kalau diingat sekarang, saya terlalu sering membawa masalah kantor ke rumah. Pikiran masih penuh, jadi mudah tersulut emosi,” ujar Temon.

Menurut Temon, tekanan pekerjaan membuatnya sulit bersikap tenang saat berinteraksi dengan keluarga. Hal-hal kecil di rumah kerap memicu respons berlebihan, karena kondisi mental yang sudah lelah.

“Kadang hal sepele bisa jadi besar. Bukan karena masalahnya, tapi karena saya sudah capek,” bebernya.

Temon mengaku situasi tersebut berlangsung cukup lama, tanpa ia sadari dampaknya. Ia mengira kondisi tersebut wajar, sebagai bagian dari tekanan kerja.

“Saya pikir itu hal biasa. Namanya juga kerja pasti capek. Tapi ternyata efeknya ke rumah tangga cukup besar,” bebernya.

Ia mengakui, Sipon kerap mengingatkan agar ia bisa mengendalikan emosi dan memisahkan urusan pekerjaan. Namun, hal tersebut tidak mudah dilakukan.

“Sudah diingatkan, tapi sering terulang lagi. Karena memang pikiran belum selesai,” ujarnya.

Kondisi tersebut, lanjut Temon, membuat suasana rumah menjadi tidak nyaman. Komunikasi yang seharusnya hangat justru sering diwarnai ketegangan.

“Harusnya rumah jadi tempat istirahat, tapi malah jadi tempat melampiaskan emosi,” ungkapnya.

Baca Juga: Rumah Unik Berbentuk Bus di Jatipurno Viral, PO Agra Mas Beri Apresiasi untuk Supardi

Seiring waktu, hubungan keduanya semakin renggang karena pola tersebut terus berulang. Temon menyadari bahwa dirinya kurang mampu mengelola stress dengan baik.

“Sekarang saya paham, seharusnya masalah kerja tidak dibawa ke rumah,” ujarnya.

Majelis hakim PA Solo mengabulkan gugatan cerai Sipon, setelah mempertimbangkan kondisi rumah tangga yang dinilai tidak lagi harmonis.

Meski pernikahan mereka berakhir, Temon mengaku menjadikan pengalaman ini sebagai pelajaran penting dalam hidupnya. 

“Ke depan saya ingin belajar mengelola emosi dan memisahkan urusan kerja dengan kehidupan pribadi,” ujarnya. (atn/fer)

Editor : fery ardi susanto
#temon dan sipon #cerai #pengadilan agama kota solo #gono gini