Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Wajah Baru Rutan Solo: Tembok Sepanjang 80 Meter Disulap Jadi Karya Grafiti Anti-Vandalisme

Antonius Christian • Sabtu, 25 April 2026 | 11:59 WIB
Sisi timur dan barat tembok Rutan Solo disulap menjadi kanvas raksasa berhiaskan grafiti artistik, Sabtu (25/4/2026).
Sisi timur dan barat tembok Rutan Solo disulap menjadi kanvas raksasa berhiaskan grafiti artistik, Sabtu (25/4/2026).

RADARSOLO.COM-Tembok polos yang membentengi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Surakarta kini berubah menjadi galeri visual yang memikat mata.

Melalui sebuah kolaborasi kreatif antara pihak Rutan, Pemkot Solo, dan dan PT Indaco Warna Dunia, sisi timur dan barat rutan disulap menjadi kanvas raksasa berhiaskan grafiti artistik.

Langkah ini tidak hanya bertujuan mempercantik kawasan jantung kota, tetapi juga menjadi strategi edukasi bagi masyarakat guna menekan angka aksi vandalisme liar melalui penyediaan ruang ekspresi yang legal dan terarah.

Baca Juga: Cara Cek Bansos April 2026 Pakai NIK KTP di Situs Kemensos, Data Penerima Mulai Diperbarui!

Sinergi Mempercantik Wajah Kota

Proyek kreatif ini melibatkan sedikitnya 20 seniman grafiti berbakat yang datang dari berbagai kota besar. Seperti Jakarta, Yogyakarta, Semarang, hingga seniman lokal Solo.

Masing-masing seniman mendapatkan porsi bidang sepanjang empat meter untuk menuangkan ide-ide visual bertema budaya, nasionalisme, dan pesan sosial.

Hasilnya, tembok sepanjang total 80 meter kini tampak hidup dengan komposisi warna cerah yang mampu mengubah stigma negatif seni jalanan menjadi karya seni publik yang bernilai tinggi.

Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani memberikan apresiasi mendalam atas inisiasi yang dilakukan pihak rutan.

Menurutnya, program ini sejalan dengan visi Solo sebagai kota budaya yang terus berupaya menata kawasan secara berkelanjutan.

“Kami mewakili Pemkot Solo mengapresiasi inisiasi yang sangat positif dari rutan. Ini bukan hanya menjadi ruang berekspresi atau ruang kreativitas bagi para seniman grafiti, tetapi juga merupakan komitmen dalam mendukung visi Surakarta sebagai kota budaya,” ujar Astrid saat memantau lokasi.

Baca Juga: Hari Keempat TMMD Reguler 128 di Desa Puro Sragen: Satgas Lintas Satuan Fokus Rampungkan Cor Jalan dan RTLH

Astrid juga menekankan bahwa penataan kota yang indah mustahil tercapai tanpa adanya kerja sama yang solid antara sektor pemerintah dan swasta.

Keberhasilan kolaborasi di tembok Rutan ini menjadi preseden baik untuk proyek-proyek serupa di masa depan.

“Tanpa kolaborasi, kegiatan seperti ini tidak bisa berjalan. Ini menjadi bukti bahwa Kota Surakarta siap terbuka terhadap kerja sama lintas sektor dalam rangka mempercantik kota, menata kawasan, dan menanamkan nilai-nilai budaya,” jelasnya.

Solusi Alternatif Anti-Vandalisme

Selain aspek estetika, pemkot memandang pemberian ruang legal ini sebagai solusi preventif atas maraknya coretan liar di fasilitas publik.

Alih-alih hanya melakukan penindakan melalui Satpol PP, penyediaan wadah kreatif seperti ini diharapkan dapat mengalihkan energi para seniman jalanan ke arah yang lebih produktif dan terkurasi.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Hadapi Tantangan Baru, Harus Lewati Q1 di Moto3 Spanyol 2026

“Ini juga menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat. Kita sudah melakukan penindakan terhadap vandalisme, dan ini menjadi solusi alternatif dengan menyediakan ruang yang legal dan positif,” tegas Astrid.

Melihat kesuksesan ini, Pemkot Solo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan berencana memperluas titik-titik ekspresi grafiti di luar kawasan Gatot Subroto.

Rencananya, sebuah kompetisi besar bertema “Harmony of Solo” akan segera digelar untuk mengisi ruang publik dengan narasi visual mengenai tradisi dan toleransi.

“Temanya nanti ‘Harmony of Solo’, kita ingin mengajak para seniman mengisi tembok-tembok kota dengan karya yang mencerminkan tradisi dan nilai toleransi. Titiknya akan segera kami umumkan,” imbuh Astrid.

Transformasi Cara Pandang Masyarakat

Dukungan penuh dari sektor swasta juga menjadi kunci suksesnya kegiatan ini. Presiden Direktur PT Indaco Warna Dunia Iwan Adranacus menyatakan kebanggaannya dapat berkontribusi dalam memperindah pusat Kota Solo.

Baginya, grafiti bukan sekadar coretan cat semprot, melainkan media komunikasi visual yang memiliki kekuatan untuk mengubah perspektif masyarakat umum terhadap lingkungan mereka. (atn)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Rutan Solo #ekspresi #Grafiti