RADARSOLO.COM – Wali Kota Solo Respati Ardi angkat bicara terkait pencatutan namanya oleh oknum pelaku usaha dan pengelola parkir di kawasan city walk. Hal ini menyusul temuan Komisi III DPRD Solo saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik Coffee Shop dan kantong parkir baru-baru ini.
Sebagaimana diketahui, keberadaan Coffee Shop yang menjamur beserta kesemrawutan parkir di sepanjang Jalan Slamet Riyadi tengah menjadi sorotan tajam para legislator. Setelah Komisi II, giliran Komisi III melakukan sidak pada Sabtu (25/4) malam dan menemukan indikasi pelanggaran ruang publik hingga adanya pihak yang mengatasnamakan kedekatan dengan Wali Kota untuk memuluskan aktivitasnya.
Baca Juga: Buntut Sidak Citywalk, Komisi III DPRD Solo Bakal Panggil Massal 20 Pemilik Coffee Shop
Menanggapi hal tersebut, Respati Ardi melihat fenomena ini dengan sudut pandang yang lebih luas. "Ya, mungkin Coffee Shop memang sedang tren ya," ujarnya singkat saat dimintai keterangan, Senin (27/4).
Kendati demikian, Respati mengapresiasi langkah para anggota dewan yang terjun langsung ke lapangan guna menjalankan fungsi pengawasan. Ia memastikan temuan dan masukan dari DPRD akan menjadi bahan evaluasi serius bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.
Baca Juga: Polisi Bongkar Peredaran Tembakau Sintetis di Wonogiri, Dua Pemuda Diamankan
"Kami perlu evaluasi bersama. Saya ucapkan terima kasih kepada anggota dewan yang rajin sidak, semoga masukannya baik dan bisa segera dilaksanakan. Ini menjadi pengingat bagi kami di Pemkot untuk selalu memberikan pelayanan terbaik," jelas Respati.
Terkait adanya oknum yang mengaku-ngaku sebagai rekan dekatnya untuk kepentingan usaha atau parkir, Respati merespons dengan santai namun tegas. Ia mengibaratkan hal tersebut sebagai fenomena yang kerap terjadi di lapangan, serupa dengan persoalan lapak PKL.
Baca Juga: Tragis! Adu Banteng Suzuki Futura vs Mio J di Wonogiri, Satu Pengendara Tewas
"Soal catut nama Wali Kota? Ya, sedang tren. Praktik kapling-kapling di banyak tempat PKL juga begitu, semua dikapling-kapling," tegas Respati.
Sebelumnya, Sekretaris Komisi III DPRD Solo, Sonny, mengungkapkan kekagetannya saat mendengar testimoni dari pelaku usaha mengenai oknum yang mengaku sebagai "teman Mas Wali".
“Kami tidak ingin ada kesenjangan. Semua harus diperlakukan sama, aturan harus ditegakkan tanpa pandang bulu agar iklim usaha tetap sehat,” tegas Sonny.
Sidak dewan mencatat setidaknya dua masalah utama: Komisi II merekomendasikan kroscek ulang data pajak dan retribusi parkir, sementara Komisi III menyoroti penyalahgunaan ruang publik akibat tidak tersedianya lahan parkir mandiri oleh pelaku usaha. Pemkot Solo kini didesak untuk menertibkan area-area tersebut agar fungsi fasilitas umum kembali kepada masyarakat luas. (ves)
Editor : Kabun Triyatno