RADARSOLO.COM – Empat paket pekerjaan infrastruktur jalan di Kota Solo terpaksa tertunda untuk sementara waktu. Hal ini menyusul lonjakan harga bahan baku aspal yang cukup signifikan dalam satu bulan terakhir. Guna mengatasi ketidaksesuaian anggaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo harus melakukan pembaruan harga satuan pekerjaan melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) yang baru.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo, Joko Supriyanto, mengungkapkan bahwa kenaikan harga aspal tercatat berada di kisaran 20 hingga 40 persen. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga solar industri yang menjadi bahan bakar utama proses produksi aspal.
Baca Juga: Harga Aspal Melonjak 40 Persen, DPUPR Solo Hitung Ulang Anggaran Proyek Jalan
"Kenaikan ini berdampak langsung pada biaya produksi di Asphalt Mixing Plant (AMP) yang menggunakan solar non-subsidi. Mengingat mayoritas paket pekerjaan jalan menggunakan material aspal, maka seluruh proyek terdampak secara langsung," jelas Joko, Senin (27/4).
Empat paket proyek strategis yang mengalami penundaan antara lain, Koridor Jalan Kolonel Sugiono, Jalan Dr. Moewardi, Jalan Yos Sudarso (Paket terbesar dengan nilai hingga Rp 11 miliar, dan Jalan Cipto Mangunkusumo & Jalan Ontorejo
Baca Juga: Harga Aspal Dan Material Bangunan Merangkak Naik, RAB Proyek Di Sukoharjo Kena Revisi
Total nilai proyek-proyek tersebut bervariasi, mulai dari Rp 900 juta hingga Rp 11 miliar. Joko menegaskan, lelang tidak mungkin dipaksakan menggunakan harga kontrak awal karena pihak penyedia jasa dipastikan akan merugi akibat tingginya biaya produksi material saat ini.
Sebagai solusi cepat, Pemkot Solo memilih untuk melakukan perubahan Perwali terkait Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP). Langkah ini dinilai lebih efektif dibandingkan harus menunggu mekanisme perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.
Meski demikian, Joko mewanti-wanti bahwa kenaikan harga satuan ini akan berdampak pada pengurangan volume pekerjaan di lapangan.
"Waktu pengerjaan tetap sama, namun karena harga satuan meningkat, volume pekerjaan otomatis berkurang. Misalnya, jika sebelumnya dengan anggaran tertentu bisa mengerjakan 10 meter jalan, dengan harga baru mungkin hanya bisa mencakup 9 meter," terangnya.
Secara terpisah, Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengonfirmasi bahwa kendala teknis ini telah menjadi prioritas kajian pemerintah. Pemkot tengah bergerak cepat menyiapkan draf perubahan Perwali agar proyek infrastruktur tidak terhenti terlalu lama.
"Harga aspal naik hampir 40 persen, istilahnya bukan sekadar naik tapi sudah ganti harga. Saat ini kami sedang siapkan perubahan Perwali untuk menyesuaikan harga satuan pekerjaan agar proyek bisa segera berjalan kembali," pungkas Respati. (ves)
Editor : Kabun Triyatno