Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Hari Tari Dunia di Solo Bikin Heboh, Ribuan Penari Kepung Pusat Kota: Catat, Hindari Kawasan Ini

Silvester Kurniawan • Selasa, 28 April 2026 | 17:48 WIB
Gladi bersih pentas tari kolosal menyambut Hari Tari Dunia 2026. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
Gladi bersih pentas tari kolosal menyambut Hari Tari Dunia 2026. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.COM - Perayaan Hari Tari Dunia 2026 di Surakarta dipastikan berlangsung meriah. Event bertajuk Solo Menari 2026 pada Kamis (29/4) bakal melibatkan lebih dari 1.500 penari, bahkan total peserta diperkirakan mencapai sekitar 1.700 orang.

Besarnya skala acara membuat masyarakat yang tidak berkepentingan diimbau menghindari kawasan Balai Kota Surakarta untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Andri Wahyudi, mengatakan pihaknya akan menerjunkan banyak personel untuk mengatur arus kendaraan sekaligus membantu kebutuhan parkir.

“Kawasan Balai Kota akan ditutup saat acara berlangsung, termasuk saat gladi resik pada Rabu siang,” ujarnya.

Baca Juga: Salut! Tiga Bule Turun Tangan Bersihkan Sampah Sungai di Kota Solo

Penutupan jalan dijadwalkan mulai pukul 13.00 WIB hingga sekitar pukul 16.00 WIB. Sejumlah ruas vital yang terdampak antara lain Jalan Jenderal Sudirman (segmen Simpang Bank Indonesia hingga Balaikota), Jalan Arifin (Simpang Radio PTPN hingga Balaikota), serta kawasan Pasar Gede dari tugu jam hingga depan Balaikota.

Dishub telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas. Kendaraan dari arah selatan atau Gladag diarahkan memutar melalui Jalan Ronggowarsito. Sementara dari arah utara, pengendara bisa beralih melalui Jalan RE Martadinata sebelum masuk ke Jalan Kapten Mulyadi.

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan kemeriahan Solo Menari, sejumlah titik parkir telah disiapkan. Di antaranya kawasan Benteng Vastenburg, Gedung Parkir Ketandan, hingga Taman Parkir Loji Wetan.

“Satu jam sebelum kegiatan dimulai, pengalihan arus sudah kami siapkan,” tambah Andri.

Baca Juga: Gudang SMPN 3 Tawangsari Sukoharjo Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 125 Juta

Sebagai informasi, Solo Menari 2026 mengusung tema Aku Kipas (Aha Pankha). Kipas dimaknai sebagai simbol kreativitas sekaligus persatuan lintas budaya. Rangkaian acara akan dimulai sejak pagi hari dengan pentas tari di Pendapa balai kota pukul 09.00 WIB, sebelum puncak pertunjukan kolosal digelar siang harinya. (ves/nik)

Editor : Niko auglandy
#hari tari