RADARSOLO.COM – Perhelatan seni tahunan Solo Menari 2026 resmi dimulai di kawasan Titik Nol Kota Solo.
Event berskala internasional yang memperingati Hari Tari Dunia ini melibatkan 1.550 penari kolosal yang akan memadati area pusat kota pada 28-29 April 2026.
Guna mendukung kelancaran aksi tari massal bertema "Kipas Nusantara" tersebut, Dinas Perhubungan Kota Solo bersama Satlantas Polresta Solo memberlakukan rekayasa lalu lintas dan penutupan jalan utama.
Masyarakat serta pengguna jalan diimbau untuk mencermati jadwal dan rute pengalihan arus agar tidak terjebak kemacetan di jantung kota.
Jadwal dan Titik Penutupan Jalan Utama
Penutupan jalan dilakukan untuk memberikan ruang bagi para penari yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari anak-anak hingga lansia.
Tanggal Pelaksanaan: Selasa dan Rabu, 28 – 29 April 2026.
Waktu Penutupan: Pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB.
Lokasi Penutupan: Ruas Jalan Jenderal Sudirman, mulai dari Simpang Jensud/Jenderal Sudirman (kawasan Bank Indonesia) hingga Bundaran Pasar Gede.
Selama durasi tersebut, kendaraan dilarang melintas di depan Balai Kota Solo karena area tersebut bertransformasi menjadi panggung inklusif bagi ribuan seniman.
Skema Pengalihan Arus Lalu Lintas
Pihak berwenang telah menyiapkan skema pengalihan guna mengurai kepadatan kendaraan di sekitar area pertunjukan:
- Kendaraan dari Arah Selatan: Kendaraan yang melaju dari arah selatan menuju Balai Kota Solo wajib belok kiri di Simpang Jenderal Sudirman (jalur di depan Bank Indonesia).
- Kendaraan dari Arah Utara: Arus lalu lintas dari utara dialihkan belok ke kiri menuju Jalan RE Martadinata, kemudian dapat melanjutkan perjalanan melalui Jalan Kapten Mulyadi.
- Jalan Arifin (Simpang PTPN): Diberlakukan larangan melintas bagi kendaraan yang hendak menuju ke arah selatan melalui jalur ini.
Lokasi Parkir bagi Pengunjung
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan kemeriahan Solo Menari 2026 atau mengikuti berbagai workshop kreatif seperti Workshop Melukis Kipas dan Sanggul Nusantara, berikut adalah kantong parkir resmi yang disediakan:
- Kawasan Benteng Vastenburg (Area parkir utama).
- Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Arifin.
- Jalan RE Martadinata dan Jalan Ronggowarsito.
- Jalan Mayor Kusmanto dan Kawasan Loji Wetan.
- Gedung Parkir Ketandan.
Imbauan Keamanan dan Kenyamanan
Director Solo Menari, Heru Mataya, menekankan bahwa lonjakan peserta tahun ini mencapai dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Oleh karena itu, kepadatan pengunjung diprediksi akan meningkat signifikan.
Masyarakat disarankan untuk menggunakan transportasi umum guna mengurangi beban volume kendaraan di pusat kota.
Selain itu, pengunjung diharapkan mematuhi arahan petugas di lapangan serta menjaga kebersihan selama menikmati pameran "Kipas Melintas Waktu" dan pertunjukan kolosal.
Dengan adanya manajemen lalu lintas yang terukur, diharapkan Solo Menari 2026 tetap menjadi pesta budaya yang nyaman bagi penari maupun wisatawan yang hadir di Kota Bengawan.
Editor : Syahaamah Fikria