RADARSOLO.COM – Warga Kampung Sabrang Lor, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, dikejutkan dengan penemuan sesosok bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di aliran Kali Anyar, Rabu (29/4) sore. Peristiwa memilukan ini sontak mengundang perhatian ratusan warga sekitar yang memadati lokasi kejadian.
Jasad bayi malang tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB di wilayah RT 01/RW 08 oleh seorang warga yang hendak memancing di sungai tersebut.
Kapolsek Jebres, Kompol Murtiyoko, membenarkan adanya laporan penemuan tersebut. Berdasarkan pemeriksaan awal, bayi berjenis kelamin laki-laki itu diperkirakan baru berusia sekitar satu hari saat dibuang ke aliran sungai.
“Benar, kami menerima laporan penemuan bayi di aliran Kali Anyar, wilayah Mojosongo. Saat ditemukan, jasad bayi laki-laki tersebut masih terdapat tali pusar,” ujar Kompol Murtiyoko saat dikonfirmasi.
Kejadian bermula saat seorang warga setempat, Mei Krisdiyanto, berniat memancing di aliran sungai. Saat berada di tepi sungai, matanya menangkap benda mencurigakan yang tersangkut di aliran air dan menyerupai tubuh manusia mungil.
Merasa ragu, Mei kemudian memanggil saksi lain, Winur Hidayati, untuk memastikan temuan tersebut. Setelah diperiksa dari jarak dekat, keduanya terkejut mendapati benda tersebut adalah bayi yang sudah tidak bernyawa.
“Kedua saksi langsung melaporkan kejadian itu kepada ketua RT setempat, yang selanjutnya diteruskan ke Mapolsek Jebres,” jelas Kapolsek.
Tak lama berselang, petugas dari Polsek Jebres bersama tim identifikasi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas memasang garis polisi guna mengamankan area dari kerumunan warga yang terus berdatangan.
Setelah proses olah TKP selesai, petugas mengevakuasi jasad bayi tersebut ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hingga saat ini, polisi masih berupaya mengungkap penyebab pasti kematian serta menelusuri siapa pihak yang bertanggung jawab atas pembuangan bayi tersebut.
“Kami terus melakukan penyelidikan mendalam, termasuk mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk proses identifikasi,” imbuh Kompol Murtiyoko.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi sekecil apa pun terkait kejadian ini agar segera melapor ke pihak berwajib. Polisi juga mengingatkan pentingnya peran lingkungan dalam pengawasan sosial guna mencegah terjadinya peristiwa serupa di kemudian hari. (atn)
Editor : Kabun Triyatno