Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pasien RSUD Moewardi Solo yang Tewas Lompat dari Lantai 11 Sempat Cabut Infus dan Kejar-kejaran dengan Petugas

Antonius Christian • Sabtu, 2 Mei 2026 | 13:28 WIB
Lokasi jatuhnya pasien RSUD Dr Moewardi Solo pada Jumat (1/5/2026) malam.
Lokasi jatuhnya pasien RSUD Dr Moewardi Solo pada Jumat (1/5/2026) malam.

 

RADARSOLO.COM – Tragedi memilukan terjadi di RSUD Dr Moewardi, Jebres, Solo pada Jumat (1/5/2026) malam. Pasien berinisial DR, 26, nekat mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 11. 

Sebelum insiden maut tersebut terjadi, suasana sempat mencekam lantaran korban terlibat aksi kejar-kejaran dengan petugas medis.

Korban yang merupakan warga Purwoprajan, Jebres, diketahui sedang menjalani perawatan intensif akibat penyakit komplikasi otak.

 Kondisi medis ini diduga kuat memengaruhi stabilitas psikis korban selama berada di ruang perawatan.

Baca Juga: Kronologi Pasien RSUD Moewardi Solo Tewas Diduga Kuat Jatuhkan Diri dari Lantai 11 Gedung Flamboyan

Detik-Detik Aksi Kejar-kejaran di Rumah Sakit

Berdasarkan keterangan kepolisian, DR yang dirawat di lantai 10 menunjukkan perilaku gelisah sejak malam kejadian. 

Korban secara tiba-tiba melepas paksa selang infus yang tertancap di tubuhnya dan berusaha melarikan diri keluar dari bangsal perawatan.

Mengetahui hal tersebut, petugas medis yang berjaga langsung melakukan upaya penyelamatan dan pengejaran. 

Namun, kondisi korban yang diduga sedang dalam tekanan psikis hebat membuatnya sulit dikendalikan.

"Petugas medis sebenarnya sudah berusaha mengejar dan mengamankan korban. Namun, yang bersangkutan berhasil lolos dari pengawasan hingga akhirnya lari menuju lantai atas (lantai 11) dan melompat," ungkap Kapolsek Jebres, Kompol Murtiyoko, Sabtu (2/5/2026).

Sempat Menunjukkan Gelagat Tidak Wajar

Aksi nekat mencabut infus ini ternyata bukan yang pertama kali dilakukan DR. 

Sehari sebelum insiden jatuh dari lantai 11, korban dilaporkan sempat menunjukkan gelagat tidak wajar dengan mencoba melepas selang infus secara paksa.

Pada saat itu, aksi DR berhasil digagalkan oleh petugas medis yang sigap menenangkannya. 

Baca Juga: Buntut Dewi Perssik Diisukan Meninggal Kecelakaan, Sang Penyanyi Dangdut Sudah "Tandai" 16 Akun Medsos: Siap Ketemu di Kantor Polisi

Sayangnya, pada Jumat malam sekitar pukul 23.00 WIB, upaya petugas medis untuk menghentikan korban tidak membuahkan hasil hingga berakhir tragis.

Saksi Dengar Benturan Keras di Atap Seng

Kejadian ini terungkap setelah petugas keamanan rumah sakit, Mukti Ali Syukuri, 22, mendengar suara dentuman keras dari arah belakang gedung. 

Suara tersebut diduga berasal dari tubuh korban yang menghantam atap seng sebelum terhempas ke lantai dasar.

"Setelah dicek di area parkir belakang, ditemukan sesosok pria dalam posisi tengkurap. Setelah diperiksa bersama rekan satpam lainnya, korban dipastikan sudah meninggal dunia," tambah Murtiyoko.

Hasil Penyelidikan Polisi

Pihak Polsek Jebres telah melakukan penyelidikan awal di lokasi kejadian. 

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban selain luka akibat benturan keras saat jatuh.

Polisi menyimpulkan sementara bahwa insiden ini murni tindakan bunuh diri yang dipicu oleh gangguan kondisi psikis akibat penyakit komplikasi otak yang diderita korban.

Saat ini, jenazah DR telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (atn/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#jatuhkan diri #rsud dr moewardi #pasien #solo #lompat