RADARSOLO.COM – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Asrama Haji Donohudan, Embarkasi Solo, Sabtu (2/5). Tiba sekitar pukul 14.00 WIB, Wamenhaj langsung menyapa calon jemaah haji kloter 34 yang baru saja memasuki asrama.
Dalam kunjungan tersebut, Dahnil meninjau klinik dan dapur asrama guna memastikan fasilitas yang diterima jemaah telah sesuai standar. Ia juga menegaskan bahwa kartu Nusuk kini sudah dibagikan sejak jemaah masih berada di Indonesia.
“Hal ini diharapkan dapat mempermudah jemaah dalam mengakses identitas dan berbagai kegiatan di Tanah Suci tanpa harus mengurus administrasinya kembali di sana,” ujarnya.
Wamenhaj mengungkap temuan pelanggaran oleh dua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) asal Probolinggo dan Bekasi. Keduanya kedapatan memberangkatkan jemaah untuk melakukan city tour secara mandiri tanpa koordinasi resmi.
“Kami sudah memperingatkan KBIHU-nya. Jika sekali lagi melakukan hal serupa tanpa koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umroh, kami akan cabut izinnya. Saya ingatkan semua KBIHU jangan melakukan kegiatan yang menguras waktu dan fisik jemaah, apalagi disertai pungutan tidak rasional,” tegas Dahnil.
Pemerintah kini memperketat patroli di berbagai bandara untuk mencegah keberangkatan haji non-prosedural. Kerja sama dilakukan lintas instansi mulai dari kementerian terkait, imigrasi, hingga kepolisian guna menjaring mereka yang hendak terbang ke Arab Saudi tanpa visa haji.
“Jika tertangkap di Arab Saudi, hukumannya dipastikan sangat berat. Hingga Sabtu (2/5), sudah ada 42 orang yang dicegat saat hendak terbang tanpa visa haji. Totalnya saat ini hampir 50 orang yang tertangkap di Bandara Soetta dan Medan,” jelasnya.
Baca Juga: Harga Emas Antam Update Sabtu 2 Mei 2026: Terkoreksi Tipis Setelah Meroket Tajam di Awal Bulan
Terkait kendala penerbangan, Wamenhaj menyatakan Menteri Agama telah memerintahkan pemberian peringatan hingga penalti kepada maskapai yang mengalami keterlambatan (delay). Menurutnya, hal tersebut sangat mengganggu konsentrasi dan pelayanan bagi jemaah.
Dahnil mendesak maskapai memberikan kompensasi nyata jika terjadi kendala teknis. “Kalau delay, harus disertai pelayanan kompensasi, misalnya hotel dan sebagainya. Kami akan pantau terus,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, pihak Garuda Indonesia dan Saudia Airlines dilaporkan telah menyiapkan pesawat cadangan guna memastikan tidak ada keterlambatan berkepanjangan menjelang puncak pemberangkatan. (fid)
Editor : Kabun Triyatno