RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bakal melakukan transformasi layanan di RSUD Fatmawati dan RSUD Bung Karno. Hal ini disampaikan setelah adanya kepastian bahwa Kementerian Kesehatan akan melakukan pendampingan langsung untuk transformasi layanan di kedua rumah sakit umum daerah tersebut.
Sekadar informasi, pada penghujung April 2026 lalu, Pemkot Solo berkunjung ke Kementerian Kesehatan guna melakukan audiensi langsung dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Kementerian Kesehatan menyambut baik upaya peningkatan layanan dengan memberikan pendampingan di kedua RSUD di Kota Solo itu.
“Dua rumah sakit ini, RSUD Fatmawati dan RSUD Bung Karno akan didampingi langsung oleh Kementerian Kesehatan agar pelayanannya semakin prima,” kata Wali Kota Solo Respati Ardi, Minggu (3/5).
Baca Juga: Cara Baru Lawan Gadget! Bus Pintar Hadir di CFD Solo dan Ramai Diserbu Anak-anak
Dampak dari pendampingan langsung dari Kementerian Kesehatan itu adalah peningkatan pelayanan pada sektor penerimaan pasien non BPJS yang dipastikan tidak akan berdampak atau tidak akan mengurangi layanan yang diberikan pada pasien BPJS. Harapannya pemerintah kota dapat berhemat pada pengelolaan anggaran di kedua rumah sakit tersebut.
“Dengan pendampingan itu kami bisa berhemat Rp 20 miliar dalam setahun. Manfaat lainnya kebutuhan tenaga medis juga bisa terpenuhi dengan baik karena adanya pendampingan dari kementerian,” beber Respati.
Baca Juga: Siapkan Pemilu 2029, Bawaslu Solo Usulkan Sekolah Demokrasi dan Dana Cadangan Sejak Dini
Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo Retno Erawati Wulandari membenarkan, kedua rumah sakit itu mendapatkan dukungan profesional dari sektor manajemen dan pemasaran untuk pengembangan pendapatan non-BPJS yang diproyeksikan bisa meningkat sebesar 20 persen. Dengan demikian, penghematan dapat dilakukan di sektor penggunaan anggaran di RSUD Fatmawati dan RSUD Bung Karno.
“Dari kemenkes sudah menugaskan RSOP untuk melakukan pendampingan di dua RSUD, ini sudah mulai pendampingannya. (Dampaknya) pengadaan alat kesehatan, pengadaan obat-obatan akan menyesuaikan dengan standar harga satuan dari kemenkes sehingga dapat harga yang lebih realistis guna menghemat pengeluaran rumah sakit,” terangnya. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy