Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Transformasi PJU Solo: Pemkot Targetkan Meterisasi 16.500 Titik Rampung Akhir 2026

Antonius Christian • Senin, 4 Mei 2026 | 14:22 WIB
Petugas DPU Solo memperbaiki PJU. (M Ihsan/Radar Solo)
Petugas DPU Solo memperbaiki PJU. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai mengakselerasi proyek meterisasi Penerangan Jalan Umum (PJU) pada tahun anggaran 2026. Program transformasi sistem kelistrikan ini akan menyasar seluruh pelosok Kota Bengawan dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada penghujung tahun ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Taufiq Muhammad, mengungkapkan bahwa pekerjaan di lapangan saat ini telah memasuki tahap awal yang krusial, yakni pengukuran ulang (uitzet) dan penentuan titik pemasangan Apparatus Pengukur dan Pembatas (APP). Tahapan ini menjadi dasar teknis sebelum pembangunan jaringan kabel dan instalasi perangkat dilakukan.

Baca Juga: Satpol PP Solo Bertindak Tegas: Sita Meja dan Kursi 'Coffee Shop' yang Langgar Aturan City Walk

“Progres uitzet atau MC 0 saat ini sudah mencapai sekitar 70 persen. Kami menargetkan pada 10 Mei mendatang, seluruh proses pengukuran ulang dan penentuan 1.062 titik APP dapat diselesaikan,” jelas Taufiq.

Setelah tahapan pengukuran rampung, proyek akan berlanjut pada pemasangan infrastruktur utama. Hal ini meliputi pemasangan panel APP, penarikan kabel jaringan, pembangunan pondasi, hingga pendirian (ereksi) tiang PJU baru.

Taufiq menegaskan bahwa proyek ini merupakan transformasi sistem secara menyeluruh, bukan sekadar pemeliharaan rutin. Dalam program ini, sebanyak 1.062 unit kWh meter akan dipasang untuk menggantikan sistem lama yang berbasis abonemen (taksiran).

Baca Juga: Masa Depan Guru Non-ASN Abu-abu, Disdikbud Wonogiri Tunggu Hasil Konsultasi Kementerian

“Infrastruktur pendukung kami siapkan secara masif. Terdapat pembangunan jaringan kabel baru sepanjang kurang lebih 600 kilometer dan pemasangan sekitar 6.610 tiang jaringan baru untuk menopang total 16.500 titik PJU yang masuk program meterisasi,” terangnya.

Dengan sistem baru ini, pembayaran tagihan listrik PJU oleh Pemkot tidak lagi berdasarkan taksiran, melainkan konsumsi riil di lapangan. Sistem ini dinilai mampu menekan potensi pemborosan sekaligus meminimalkan kebocoran anggaran.

Baca Juga: Innalillahi, Istri Ustad Abu Bakar Ba'asyir Meninggal Dunia, Dimakamkan Di Polokarto Sukoharjo Sore Ini

Dishub memperkirakan efisiensi yang dihasilkan dari program meterisasi ini mencapai minimal 40 persen dari total belanja listrik PJU tahunan. Penghematan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang fiskal tambahan bagi Pemkot untuk dialokasikan ke sektor pembangunan prioritas lainnya.

“Efisiensi ini bukan hanya soal penghematan biaya, tetapi juga transparansi. Kita bisa mengetahui secara pasti berapa energi yang digunakan di setiap titik PJU,” imbuh Taufiq.

Meski cakupan proyek sangat luas, Dishub memastikan pelaksanaan di lapangan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan standar kualitas teknis. Berdasarkan kontrak kerja, proyek ini dijadwalkan rampung dalam waktu sembilan bulan dengan tenggat akhir pada 20 Desember 2026.

“Kami terus melakukan monitoring dan evaluasi secara ketat. Harapannya, pelaksana dapat bekerja lebih cepat tanpa mengurangi kualitas pekerjaan, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat luas,” pungkas Taufiq. (atn)

Editor : Kabun Triyatno
#Transformasi #meterisasi #Penerangan Jalan Umum (PJU) #listrik