Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Atasi Banjir Ledoksari, Pemkot Solo Upgrade Kapasitas Pompa Air Lima Kali Lipat

Silvester Kurniawan • Selasa, 5 Mei 2026 | 18:15 WIB
Stasiun pompa banjir di kawasan Pajang, Laweyan. (M Ihsan/Radar Solo)
Stasiun pompa banjir di kawasan Pajang, Laweyan. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Permasalahan banjir berulang di Kampung Ledoksari, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, memicu langkah cepat Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. DPUPR Kota Solo memastikan akan melakukan penggantian pompa air di aliran Kali Jenes guna mempercepat pembuangan air saat intensitas hujan tinggi.

Kepala DPUPR Kota Solo, Nur Basuki, membenarkan rencana peningkatan infrastruktur tersebut. Pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) selaku instansi yang berwenang atas pengelolaan sungai di wilayah tersebut.

Baca Juga: Resahkan Warga, Konvoi Kelulusan Pelajar Berknalpot Brong di Jalur Jogja-Solo Diamankan Polisi

“Berdasarkan hasil pengecekan, kondisi pintu air masih berfungsi baik. Fokus utama kami adalah penggantian pompa air agar kapasitas pembuangan lebih mumpuni,” jelas Nur Basuki, Selasa (5/5/2026).

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa pompa air yang ada saat ini sudah tidak lagi ideal untuk mengelola debit air kiriman dari wilayah yang lebih tinggi. Saat ini, lokasi tersebut hanya ditopang oleh pompa berkapasitas 50 liter/detik.

Melalui proyek ini, Pemkot Solo akan memasang pompa baru dengan kapasitas 250 liter/detik, atau naik lima kali lipat dari kapasitas semula. Langkah ini dinilai lebih proporsional untuk mengantisipasi luapan Kali Jenes.

Baca Juga: DSKS Geruduk DPRD Solo, Desak Penertiban 17 Outlet Miras Tak Berizin dan Percepatan Perda

“Kebutuhan anggarannya mencapai lebih dari Rp 2 miliar dan akan dikerjakan sepenuhnya pada tahun anggaran ini,” beber Nur Basuki.

Meski pengerjaan dipastikan tahun ini, proses instalasi pompa baru akan dilaksanakan saat memasuki musim kemarau. Hal ini dilakukan demi keamanan teknis pengerjaan dan menghindari kendala jika debit sungai meningkat.

Sebagai langkah darurat selama masa tunggu, DPUPR telah menyiagakan dua unit pompa portable tambahan di titik terendah Kampung Ledoksari. “Sembari menunggu pengerjaan permanen saat kemarau, kami tambah dua pompa portable untuk antisipasi karena saat ini hujan masih sering turun,” paparnya.

Baca Juga: Heboh Kabar Guru Non-ASN Dilarang Mengajar, Benarkah Bakal Dirumahkan pada 2027? Ini Fakta Sebenarnya

Kampung Ledoksari selama ini menjadi langganan genangan akibat posisinya yang rendah. Saat debit Kali Jenes meningkat, air dari permukiman tidak bisa mengalir secara gravitasi ke sungai dan harus dibantu pompa. Kapasitas pompa yang kecil selama ini membuat proses pengeringan genangan memakan waktu lama.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, yang meninjau langsung kawasan tersebut menegaskan bahwa penanganan tidak hanya berhenti pada teknis mesin. “Pompanya kita perbesar, namun akar masalah banjir di Ledoksari juga akan kita dalami secara komprehensif agar solusi yang dihasilkan bisa bersifat jangka panjang,” tegas Wali Kota. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
#pompa air #kali jenes #kemarau #banjir #anggaran