Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tekan Limbah Produksi, Pemkot Solo Targetkan Transformasi Industri Kreatif Menuju Ekonomi Hijau

Silvester Kurniawan • Kamis, 7 Mei 2026 | 16:42 WIB
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani sosialisasi penerapan industri hijau, Kamis kemarin (7/5/2026). (Silvester Kurniawan/Radar Solo)
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani sosialisasi penerapan industri hijau, Kamis kemarin (7/5/2026). (Silvester Kurniawan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota Solo berkomitmen mendorong pelaku industri di Kota Bengawan untuk menekan limbah dan sampah produksinya secara mandiri. Salah satu strategi utamanya adalah dengan mengadaptasi konsep Industri Hijau (ramah lingkungan), sebagaimana yang telah sukses diterapkan di Kampung Batik Laweyan.

Dalam sosialisasi penerapan industri hijau yang digelar di Zigna Kampung Batik Hotel, Kamis (7/5), Pemkot Solo bersama Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (Kementerian Perindustrian) mengajak para pengusaha untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam.

Baca Juga: Wali Kota Respati Ardi Instruksikan Satpol PP Sikat Outlet Miras Ilegal di Solo

“Industri hijau bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga bagaimana pelaku industri bisa lebih efisien dalam penggunaan energi, air, dan bahan baku. Efisiensi ini pada akhirnya akan memberikan nilai tambah bagi bisnis mereka,” ujar Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani.

Astrid menekankan agar pelaku usaha mulai menyiapkan sistem manajemen yang mendukung keberlanjutan. Langkah ini sejalan dengan arah pembangunan Kota Solo dalam RPJMD 2025-2029 yang memprioritaskan transformasi menuju ekonomi hijau.

Baca Juga: Miris! SPMB 6 SDN Di Sukoharjo Kosong Pendaftar, Ratusan SDN Lainnya Sepi Peminat, Pendaftaran Diperpanjang

Selain industri batik, sektor unggulan lain yang menjadi target sasaran meliputi industri tekstil dan pakaian jadi, industri kulit dan mebel, kerajinan tangan, dan industri kreatif.

“Kami berharap ke depan seluruh industri di Solo dapat berpijak pada konsep ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tambah Wawali.

Pelatihan yang digelar pada Kamis ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku industri tentang efektivitas sumber daya berkelanjutan. Melalui sosialisasi ini, para pengusaha diharapkan dapat langsung berpartisipasi dalam perbaikan proses produksi mereka.

Baca Juga: Status Lahan Inkrah, Pemkot Solo Bidik Dana APBN dan CSR untuk Rampungkan Masjid Sriwedari

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Solo Agung Riyadi menambahkan,  pihaknya akan memberikan pengawalan khusus bagi sentra-sentra industri di Solo.

“Di Solo banyak sentra industri besar. Ke depan, kami arahkan mereka untuk mengurangi limbah dengan menggunakan bahan baku ramah lingkungan serta mengolah sisa produksi agar tidak mencemari ekosistem,” jelas Agung. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
#ramah lingkungan #industri hijau #limbah #energi #pelaku industri